Kondisi Jalan Rusak Karena Minim Pengawasan

Kondisi Jalan Rusak Karena Minim Pengawasan

314
JALAN RUSAK-Jalan Randusari-Nepen, Kecamatan Teras rusak. Kerusakan diiduga akibat truk yang mengangkut pasir atau batu dari Klaten, Senin (4/2). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI-Unit Pelaksana Teknis (UPT) DPU-ESDM dinilai tidak cepat tanggap terhadap kondisi kerusakan jalan di berbagai titik di Boyolali. Minimnya anggaran pengawasan kerusakan jalan diduga menjadikan UPT kurang berfungsi.

Wid Sadewo, anggota Komisi III DPRD Boyolali mengatakan, meski kerusakan jalan hanya di titik-titik tertentu, namun kerusakannya di banyak tempat. Terkait ini pihaknya meminta supaya UPT lebih tanggap, sehingga kerusakan tidak semakin melebar dan rawan kecelakaan. “Harusnya UPT bisa cepat tanggap agar kerusakan tidak semakin parah,” ungkap Wind, Senin (4/2).

Meski demikian, menurut Wid kurang tanggapnya UPT ini lantaran belum adanya anggaran khusus untuk UPT guna mengatasi kerusakan ini.  Anggaran yang ada saat ini menurut dia masih sangat minim. Akibatnya ada kesan pengawasan UPT setempat seperti tidak berfungsi. Terkait ini pihaknya berharap supaya Pemkab Boyolali menganggarkan biaya untuk pengawasan kerusakan jalan.

Terkait kerusakan jalan, di antaranya yang terjadi di jalan Randusari-Kopen, menurut dia direncanakan akan diperbaiki pada Maret mendatang. Perbaikan jalan rusak tersebut menurut dia, dianggarkan sekitar Rp 500 juta. Sehingga pihaknya meminta supaya masyarakat bersabar karena saat ini sudah mulai proses lelang.

Terpisah, Kepala DPU ESDM Boyolali Cipto Budoyo mengatakan, perbaikan jalan tidak dapat serta-merta dilakukan. Hal ini lantaran meski sudah dianggarkan di APBD, namun untuk realisasi anggaran butuh proses karena ada mekanisme yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Ya tetap butuh proses, inikan struktur APBD bukan uang pribadi jadi ada mekanismenya,” tegas dia.

Selain harus memenuhi mekanisme tersebut, kondisi cuaca penghujan saat ini juga menjadi kendala perbaikan jalan rusak. Pasalnya, pengaspalan jalan tidak bisa dilakukan saat hujan. Air hujan yang deras dapat merusak aspal. Kondisi ini akan bertambah parah dengan adanya lalu lintas tonase berat di jalur yang rusak tersebut. Meski demikian menurut Cipto, perencanaan proyek jalan akan rampung pada akhir bulan Februari atau awal Maret mendatang. Ario Bhawono

BAGIKAN