Korban Penganiayaan Polisi Akan Jalani CT Scan : Orangtua Lapor ke Mapolres

Korban Penganiayaan Polisi Akan Jalani CT Scan : Orangtua Lapor ke Mapolres

182
DIANIAYA-Susanto (30), sejak Rabu (6/2) sore hingga Kamis (7/2) dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri setelah dianiaya oknum Polisi, Senin (4/2). Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Orangtua korban penganiayaan oleh Polisi, Susanto (30) warga Lingkungan Salak, Giripurwo, Wonogiri melapor ke Mapolres Wonogiri, Senin (11/2). Di sisi lain, Susanto akan menjalani computerized tomography (CT) Scan karena masih mengeluh pusing.

Didampingi Ketua LSM Jerat, Hartono, Sutiman ayah Susanto mendatangi Mapolres bersama paman korban, Gimo. Mereka melaporkan kasus pidana penganiayaan oleh polisi terhadap Susanto, Senin (4/2) lalu.

“Terlepas dari benar atau tidaknya Susanto terkait kasus pencurian itu, kami hanya meminta agar kasus penganiayaan terus ditindaklanjuti. Bapak korban dan pamannya tadi datang untuk memberikan keterangan resmi kepada polisi,” kata Hartono, Senin (11/2).

Baca Juga :  Duh, Pemborong Tersengat Listrik, Terpental dan Tewas

Meski tidak melapor pun, kasus ini masuk hukum pidana karena bukan merupakan delik aduan. Namun Hartono dan orangtuanya hanya ingin memastikan bahwa proses tetap berlanjut. “Intinya kami mengawal kasus ini sampai tuntas. Agar bisa fair tidak ada yang ditutupi. Biarlah kejadian ini menjadi pembelajaran bagi oknum-oknum polisi yang terlibat. Harapannya tidak akan terulang lagi di sini. Kondisi korban saat ini membaik tapi masih mengeluh pusing,” lanjut dia.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani membenarkan adanya laporan resmi itu. “Tetap kita lanjutkan tidak ada yang ditutupi atau dihentikan prosesnya. Saat ini pun ke empat pelaku (oknum polisi-red) masih diperiksa di Polda Jateng. Hukuman disipliner apa menunggu keputusan Polda, untuk pidana juga tetap berlanjut,” tandasnya.

Baca Juga :  Lomba Kreatif IPB-Nguter di Wonogiri, Moncerkan Potensi Jamu dan Pangan Lokal

Terpisah, Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso melalui Kabid Pelayanan Medik, Adhi Dharma mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan CT Scan karena korban masih mengeluh pusing.

“Rencananya akan kami lakukan CT Scan. Kalau untuk organ dalam terkait kencing darah sudah tidak ada apa-apa. Untuk bekas jeratan hanya luka luar dan jari kelingking tangan kanan yang patah sudah digips,” katanya. Eko Sudarsono

BAGIKAN