JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Korupsi Gudang Cadangan Pangan : Rekanan Sambut Baik BPKP Jateng

Korupsi Gudang Cadangan Pangan : Rekanan Sambut Baik BPKP Jateng

363
BAGIKAN

Rekanan mengklaim proyek pembangunan gudang cadangan pangan sudah sesuai dengan RAB yang dibuat oleh DPU Karanganyar.

Gudang Pangan

KARANGANYAR—Rekanan proyek pembangunan gudang cadangan pangan milik Pemkab Karanganyar, CV Saka Tunggal menyambut baik tim Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng yang akan diterjunkan untuk mengecek proyek yang diduga terjadi penyimpangan itu. Seperti diketahui proyek gudang cadangan pangan dengan nilai Rp 517 juta itu sudah ditangani Polres Karanganyar.

Direktur CV Saka Tunggal, Eko Purnomo, mengatakan pihaknya bersikukuh tidak ada masalah dalam proyek gudang cadangan pangan itu. Ia bersama timnya mengerjakan proyek sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang disepakati. “Lebih baik memang segera diperiksa, bagaimana pekerjaannya, agar semuanya jelas,” katanya, kemarin.

Eko menjelaskan, RAB proyek tersebut yang membuat adalah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar. “Apa yang kami kerjakan sudah sesuai dengan RAB yang dibuat DPU, sehingga tidak ada penyimpangan,” katanya.

Seperti diketahui, Polres Karanganyar telah mengirimkan surat permohonan pemeriksaan kepada BPKP Jateng pada Senin (28/1) lalu. Eko sendiri sudah diperiksa aparat Polres dengan status sebagai saksi dan diwajibkan lapor setiap minggunya.

CV Saka Tunggal memenangkan lelang proyek tersebut pada November 2012 lalu melalui lelang secara elektronik. Dari batas akhir pengerjaan yang harus selesai pada 19 Desember 2012, CV Saka Tunggal mengalami keterlambatan penyelesaian dan baru selesai pada 24 Desember 2012.

Eko menambahkan, dirinya mengaku pasrah dengan hasil pemeriksaan yang akan dikeluarkan oleh BPKP Jateng kelak. Ia juga bakal taat mengikuti proses hukum yang berlaku. “Saya pasrah dan lihat hasilnya nanti,” katanya.

Selain Eko, masih ada sejumlah nama yang juga diperiksa oleh aparat, yakni DA (Pejabat Pembuat Komitmen atau PNS di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu), EW (penerima hasil kerja), dan TY (pengawas proyek atau PNS di Dinas Pekerjaan Umum), dan Liliyani Sulistyandari (Kepala Kantor Ketahanan Pangan), Purwono (Kabid Perencanaan DPU), dan pihak Bank Jateng. Muhammad Ikhsan