JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo KPK Sita 3 Rumah Irjen Djoko

KPK Sita 3 Rumah Irjen Djoko

315

Di Solo, Jogja dan Semarang

DISITA KPK-Petugas Linmas mengamati plakat penyitaan KPK terhadap aset rumah milik Irjen Djoko Susilo dalam perkara tindak pidana pencucian uang di Jalan Samratulangi No.16, Kampung Gremet, Manahan, Rabu (14/2) malam. Joglosemar/Yuhan Perdana

SOLO – Tiga rumah milik tersangka kasus Simulator SIM dan kasus pencucian uang, Irjen Djoko Susilo di Solo, Jogja dan Semarang akhirnya disita oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (13/2). Di Solo, rumah Djoko yang disita, terletak di Jalan Sam Ratulangi No. 16, Kampung Gremet, RT 01, RW VII , Banjarsari, Solo sekitar pukul 19.00 WIB.

Menurut pantauan Joglosemar, penyegelan rumah berpagar cokelat dan  hitam seluas sekitar 600 meter persegi itu dilakukan oleh sekitar delapan petugas KPK. Petugas saat itu mengendarai dua mobil Toyota Kijang Innova berpelat nomor H 8765 PR warna hitam dan H 8667 LR warna silver.

Saat menyegel rumah Irjen Djoko tersebut, Petugas KPK didampingi anggota Linmas dan disaksikan Ketua RW setempat, setelah mendapat izin dari kelurahan.  “Saya tahunya ada anggota Linmas lapor, ada anggota KPK yang akan melakukan penyegelan, terus saya diminta menyaksikan,” terang Ketua RW VII Sutarto kepada wartawan, Rabu (13/2).

Penyegelan dilakukan cukup singkat,  dengan memasang papan nama bertuliskan “Tanah dan bangunan ini telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Djoko Susilo, berdasar  Surat Perintah Nomor : Sprint.Sita-01/01/01/2013, tanggal 09 Januari 2013. Dan  Surat Perintah Nomor : Sprint.Sita-13/01/01/2013, tanggal 13 Januari 2013.”

Ditanya mengenai siapa sebenarnya pemilik rumah tersebut, Sutarto mengaku tidak begitu mengetahuinya. Dia hanya tahu kalau bangunan rumah tersebut dijaga oleh salah seorang penjaga yang baru dan menggantikan penjaga yang lama.  “Ya, penjaganya itu orangnya ramah, tapi saya terus terang tidak tahu tentang kepemilikan rumah itu,” tukasnya.

Namun salah satu warga setempat,  Didik Budi Cahyono (48) yang rumahnya berada di sebelah barat rumah Djoko Susilo, mengaku sempat bertemu dengan mantan penjaga rumah tersebut, Sudarno.  Ia pernah mendengar dari Sudarno, rumah tersebut  sebenarnya atas nama Djoko Waskito, yang tak lain adalah mertua Djoko Susilo atau ayah dari Dipta Anindita. Bahkan ia juga sempat bertemu dengan Djoko Waksito saat keluar dan mondar-mandir di depan rumah mengendarai sepeda motor.

“Kalau tidak salah itu, tiap dua minggu sekali Pak Djoko Waskito mendatangi rumah ini, dan beliau baru balik lagi tengah malam,” paparnya.

Petugas KPK yang saat itu mendatangi rumah Ketua RW, saat ditemui wartawan menolak dimintai keterangan. Salah satu anggota KPK hanya mengatakan jika akan meminta konfirmasi diminta langsung ke Juru Bicara KPK, Johan Budi.

“Kami hanya melakukan tugas saja, Mas. Nanti untuk penjelasan, silakan hubungi  Pak Johan Budi saja,” ujar salah satu anggota KPK sebelum meninggalkan rumah ketua RW.

Juru bicara KPK, Johan Budi sendiri enggan menjelaskan              alamat rumah-rumah Irjen Djoko yang disita di tiga kota besar tersebut. Yang jelas menurutnya, di depan rumah di tiga kota tersebut telah dipasang palang penyitaan.  Dia juga enggan memerinci berapa harga rumah-rumah yang disita terkait kasus dugaan pencucian uang  tersebut.

“Cuma didirikan palang sita di depan rumah itu. Saya belum tahu nilai rumahnya. Itu terkait kasus yang menjerat DS, kasus simulator yang dikembangkan ke tindak pidana pencucian uang (TPPU),”  ujar Johan Budi di kantornya, Rabu (13/2).

Selalu Menghindar

Pada hari yang sama, KPK  juga memanggil mantan putri Solo tahun 2008, Dipta Anindita sebagai saksi kasus simulator SIM.  Dipta tiba sekitar pukul 10.40 WIB di gedung KPK. Perempuan itu tampak cantik dengan jilbab berwarna merah muda dan kacamata. Dia memakai baju hitam dan rok panjang cokelat.

Para wartawan berhasil menjepret sosoknya yang ayu kala menunggu proses administrasi di ruang lobi.  Dalam pemeriksaan sebelumnya, Dipta tak pernah mau banyak bicara. Dipta disebut KPK sebagai ibu rumah tangga dan memiliki aset terkait Irjen Djoko, tersangka korupsi pengadaan simulator SIM. Dipta sudah dicegah ke luar negeri. Sayangnya, Djoko tak mau memberikan komentar soal hubungannya dengan Dipta dan menyerahkannya ke penyidik.

Saat dihujani pertanyaan wartawan, istri Irjen Djoko itu hanya diam. Saat sudah berada di gerbang KPK, Dipta malah memilih balik ke dalam gedung. “Saya balik ke dalam dulu deh. Saya balik dulu ya, permisi, misi ya,” jelas perempuan kelahiran 1989 itu usai diperiksa di KPK, Rabu (13/2) pukul 16.30 WIB.

Sekitar 10 menit  kemudian, dia keluar lagi. Tak ada juga jawaban dari mulut mantan Putri Solo 2008 itu saat belasan wartawan mengajukan pertanyaan. Tak lama kemudian, sebuah taksi datang menjemputnya. Dipta bergegas masuk ke dalam taksi Express  B 1373 BTB yang membawanya pergi melaju ke arah Mampang.

Sementara itu, pihak Polri sendiri mengaku tidak mendapat laporan dari Irjen Djoko Susilo soal pernikahannya dengan Dipta Anindita. Namun Polri belum akan melakukan penyelidikan, karena masih menunggu laporan istri pertama Djoko soal pernikahan itu. Yang pasti, polisi dilarang berpoligami. Jadi pernikahan Djoko melanggar kode etik kepolisian.

“Oh iya, jelas pernikahan itu melanggar kode etik”  kata Irwasum Mabes Polri Komjen Fajar Prihatoro menjawab pertanyaan wartawan di  Jakarta, Rabu (13/2).

Meski demikian, Fajar mengatakan Polri belum bisa melakukan penindakan kepada Irjen Djoko. Selain yang bersangkutan sedang menjalani proses hukum di KPK, Polri menunggu laporan dari pihak yang berkeberatan dengan pernikahan Irjen Djoko untuk bisa melakukan tindakan.

Irjen Djoko Susilo terbukti telah menikah dengan mantan Putri Solo 2008 Dipta Anindita. Pernikahan itu tak dilaporkan ke Mabes Polri. “Atas pernikahannya itu, dia belum laporan,” kata Komjen Fajar Prihantoro.

“Kan nanti laporan ke Propam. Kita menunggu laporan. Kan lagi proses di KPK, nggak boleh kita ambil dong. Kalau nanti istri pertamanya mengadu, ramai lagi,” ujarnya. ** Rudi Hartono | Detik

BAGIKAN
  • Harga daging sapi naik sampai Rp90.000/kg
    harga dita milyaran… hihiihii belum lagi dia putri solo yang beraklhak tentunya…