JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo KPPK Tuding Ikappi Provokator di Klewer

KPPK Tuding Ikappi Provokator di Klewer

402
BAGIKAN
Pasar Klewer

PASAR KLIWON-Komunitas Pedagang Pasar Klewer (KPPK) berang dengan pernyataan-pernyataan dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) yang menolak rencana revitalisasi Pasar Klewer. Mereka menyebut, Ikappi sebagai provokator di Pasar Klewer.

Kejengkelan KPPK dipicu pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikappi Pusat, Abdullah Mansuri,yang menolak rencana Pemkot Solo merevitalisasi Pasar Klewer.  Penolakan itu, bahkan diklaim dengan data jika bangunan Pasar Klewer masih kuat 20 tahun lagi. Sehingga tak butuh revitalisasi.

Humas KPPK Sholahudin, mengecam pernyataan Ikappi. Pernyataan itu, dia anggap sebagai bentuk provokasi. Dia juga curiga dengan Ikappi, karena selama ini hanya berkomunikasi saja dengan Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) yang cenderung tidak sepakat dengan rencana revitalisasi pasar.

”Saya minta dia ketemu dengan KPPK. Jangan berat sebelah, ketemunya dengan HPPK saja. Terus mengomentari yang tidak jelas. Kalau dia bersikap adil dan bijak, harusnya tidak seperti itu sikapnya,” kesalnya, Selasa (12/2).

Dia menyebut, Ikappi tidak tahu masalah Pasar Klewer yang sebenarnya. Menurutnya, fakta jika kondisi Pasar Klewer sudah tak layak. Apalagi, proses feasibility study (FS) atau studi kelayakan yang berjalan sesuai prosedur dan sah, sudah merekomendasikan pasar itu memang layak direvitalisasi.

”Faktanya, Pasar Klewer itu kumuh dan overload. Sak Indonesia ngerti kabeh. Terus dia mengatakan Pasar Klewer masih kuat 20 tahun, apa dia berani menjamin?  Kalau kemudian dia menuding FS bermasalah, itu tak benar. FS itu profesional,” katanya.

“Jadi selama ini pernyataan Ikappi  itu ngawur. Malah membuat resah para pedagang di Pasar Klewer. Abdullah Mansuri cenderung provokator,” katanya lagi. Apalagi, sambung dia, selama ini, KPPK tak pernah melihat Ikappi  terjun ke lapangan.

Sholahudin berani mengklaim, jika dilakukan polling terhadap semua soal rencana revitalisasi, pihak KPPK-lah yang benar. “Itu berarti, bahwa para pedagang pro revitalisasi. KPPK tak pernah kenal Ikappi dan tak pernah melihat Ikappi ke lapangan,” ujarnya.

Dia menentang intervensi dari pihak luar Pasar Klewer dalam rencana revitalisasi. ”Pihak-pihak yang tak berkompeten itu nggak usah ikut campur. Karena malah meresahkan para pedagang,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Ikappi, Abdullah Mansuri, kembali menyebut ada yang bermain di balik wacana Pemkot menggandeng investor untuk membiayai revitalisasi pasar. ”Pelaksanaan revitalisasi Pasar Klewer seolah dipaksakan dengan melibatkan investor. Nah, bisa jadi ini merupakan ‘proyek’ kalangan tertentu untuk meraup keuntungan sebesar-sebesarnya,” ujarnya, saat dihubungi Joglosemar, kemarin.

Ikappi, lanjjut dia, menduga ada skenario dalam proses revitalisasi Pasar Klewer. “Inilah kapitalisme daerah yang sesungguhnya,” sebut dia. Dia memaparkan semua revitalisasi pasar tradisional yang melibatkan investor dan tidak menjalin komunikasi yang jujur dengan pedagang akan memicu konflik berkepanjangan.

”Kalau hal ini dipaksakan, maka perekonomian pasar akan gagal. Ikappi sudah lama mempelajari persoalan seperti ini. Pasar Padang Panjang, Pasar Tulang Bawang Lampung adalah contoh pasar yang terjadi konflik karena investor. Terus, Pasar Besar Madiun adalah contoh pasar yang melibatkan investor tetapi hasilnya mengecewakan,” ucapnya. Ronald Seger Prabowo