KPU Solo Cocokkan Data Pemilih Pilgub

KPU Solo Cocokkan Data Pemilih Pilgub

231

BALAIKOTA-Kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Solo mulai pada pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2013.

Pelaksanaan Coklit dilakukan hingga Senin (4/2) hari ini. Ketua KPU Daerah Solo, Didik Wahyudiono, mengatakan, proses Coklit penting, karena jadi bahan Daftar Pemlih Sementara (DPS).

Setelah tahapan itu, KPU menyusun DPS sampai tanggal 7 Februari mendatang. ”Tahapan ini sangat penting, karena itu, masyarakat diharapkan aktif melaporkan, jika ada yang tidak masuk dalam DPS,” ujar Didik, Minggu (3/2).

Jika dalam proses penyusunan DPS, ada kesalahan, kata Didik, masih ada fase perbaikan selama 14 hari. Jeda waktu itu, akan dimanfaatkan untuk mengonfirmasi dan mengoreksi semua data yang salah.

Baca Juga :  Ponpes Budi Utomo Dapat Kunjungan Kapolresta Surakarta

DPS, katanya, akan ditempel di kelurahan agar bisa diakses masyarakat. Untuk  pengumuman DPS sendiri, disampaikan mulai 7-9 Februari mendatang. ”Kalau ada kesalahan, segera melapor,” katanya.

”Koreksi data itu nantinya akan dimasukkan dalam Data Pemilih Tambahan (DPTb). Jika tetap ada kesalahan juga, maka perbaikan data dilakukan di Daftar Pemilih Tambahan Perubahan (DPTP),”  katanya lagi.

Sementara itu, anggota KPU Solo Divisi Data Informasi dan Hubungan Antar-Lembaga, Agus Sulistyo, menambahkan, setelah data pemilih yang dimuktahirkan jadi, masih akan diolah dan dimasukan ke sistem informasi data pemilih (Sidi) KPU Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Baca Juga :  Keraton Solo Bentuk Bebadan Internal, Dijamin Tak Picu Konflik

Menurut  Agus, nama-nama di DPS, akan ditulis dalam bentuk kode-kode. Misalnya, kode untuk calon pemilih yang belum berusia 17 tahun tapi sudah menikah,  02, dan masih banyak kode lainnya.

“Kode-kode itu cukup menyulitkan. Jika salah memasukan kode, bisa keliru. Sedangkan jika kode yang salah dimasukkan,  maka itu tidak bisa masuk ke Sidi,” imbuh dia.

Agus menambahkan, sejauh ini belum belum diketahui adanya kesalahan yang fatal. Kesalahan, baru bisa terdeteksi, saat DPS keluar. ”Makanya, PPS maupun PPDS harus hati-hati dalam mencantumkan kode pada hasil Coklit,” ujarnya.

Muhammad Ismail

 

BAGIKAN