JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Kuliah Sambil Kerja : Sekali Dayung Dapat Ilmu dan Materi

Kuliah Sambil Kerja : Sekali Dayung Dapat Ilmu dan Materi

1848
BAGIKAN

Jika mereka terlalu asyik bekerja dan melupakan kewajiban utama sebagai mahasiswa, maka akan berdampak negatif pada kuliahnya.

ilustrasi

Aktivitas perkuliahan tentu identik dengan mahasiswa. Kuliah menjadi salah satu kewajiban dan kebutuhan bagi setiap mahasiswa. Mereka pun dituntut untuk memiliki tanggung jawab penuh atas aktivitas perkuliahan yang dijalani. Namun, bagaimana kalau mahasiswa harus membagi tanggung jawab karena bekerja?

Fenomena tersebut tentu sudah tidak asing lagi. Banyak di antara mahasiswa yang aktif kuliah dan juga aktif untuk bekerja. Mereka berani berkomitmen untuk membagi waktu untuk kuliah dan waktu untuk bekerja. Jika tidak pandai membagi waktu, maka akan berdampak buruk terhadap kuliah dan juga kerjanya.

Menurut Dr Kundharu Saddono, MHum, fenomena mahasiswa kuliah sambil bekerja dapat dilihat dari berbagai perspektif. Dari dampak positif, mahasiswa tersebut pasti akan mendapat pengalaman, wawasan dan pergaulan. “Dengan adanya tugas di luar atau bekerja tersebut, mereka dapat menambah pengalaman, wawasan, dan pergaulan. Dan juga pasti berdampak pada aspek finansial mahasiswa tersebut,” jelas dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS ini.

Jika mereka terlalu asyik bekerja dan melupakan kewajiban utama sebagai mahasiswa, maka akan berdampak negatif pada kuliahnya. “Jika terlalu menikmati pekerjaannya dan melupakan kuliah, pasti prestasi akademik mahasiswa tersebut akan menurun dan tidak menutup kemungkinan lulusnya akan lama,” sambungnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/2).

Mahasiswa memiliki alasan tersendiri mengapa mereka membagi tanggung jawab untuk kuliah dan bekerja. Menurut Adi Alvianto, Mahasiswa FKIP UNS, dengan bekerja dia dapat mengisi waktu luang di luar aktivitas kuliah dengan hal yang bermanfaat. “Bekerja hanya untuk mengisi waktu luang. Terlebih saya hanya bekerja pada weekend saja. Jadi, tidak mengganggu aktivitas kuliah,” jelasnya yang bekerja di salah satu cafe di Solo. Selain itu, dia juga beralasan bahwa dengan bekerja dia bisa sedikit membantu meringankan orangtua.

Menurut Psikolog, Rin Widya Agustin, MPsi, banyak hal yang melatarbelakangi seorang mahasiswa mempunyai dua peran, yaitu kuliah dan bekerja, di antaranya faktor ekonomi yang menuntut mahasiswa mengatasi masalah tersebut dengan bekerja di sela-sela waktu kuliahnya. Selain itu, dari faktor inividu ada suatu dorongan untuk mencari pengalaman baru dan untuk menambah lingkungan pergaulan. Mereka menganggap bekerja itu penting untuk saat ini dan ketika mereka berbaur dengan masyarakat kelak.

Setiap peran yang dijalani individu pasti ada tanggung jawab yang harus dipenuhi. “Jika seorang individu dihadapkan pada banyak peran dalam hidupnya, maka kualitas pribadi individu tersebut akan semakin berkembang,” jelas psikolog yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran (FK) UNS ini.

Mahasiswa tersebut belajar untuk mengatur setiap tugas-tugas dari peran yang dijalaninya. “Mereka bisa membuat prioritas mana yang terlebih dahulu untuk dikerjakan, sehingga peran yang dijalani individu bisa berjalan dengan baik,” sambungnya.

Jika suatu tanggung jawab pada setiap peran yang individu jalani dianggap sebagai suatu beban, maka individu tersebut akan mengalami stres. “Tanggung jawab harus kita jadikan sebagai tantangan bukan sebagai suatu beban,” tutupnya.  Wildan Syukri Ni’am