Kurikulum Baru Terancam Gagal

Kurikulum Baru Terancam Gagal

265

  “Buku panduan kurikulum 2013 bagi para guru belum jelas. (Romo Benny | Pengamat Pendidikan)

 

 

Ilustrasi

JAKARTA – Menyadari banyaknya kejanggalan dalam kurikulum 2013, Koalisi Tolak Perubahan Kurikulum 2013 pun menyatakan jika kurikulum baru tersebut terancam gagal. Tim yang terdiri atas guru, orangtua murid, pengamat pendidikan, dan Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menilai minimnya kesiapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjadi penyebab gagalnya kurikulum baru tersebut.

Salah seorang anggota ICW, Siti Juliantari menyatakan, kurikulum 2013 berpotensi gagal karena persiapan perencanaan awal yang tidak matang. Tari, begitu dia biasa disapa, menjelaskan, sekitar September lalu Kemdikbud masih melakukan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkat penguatan dan perubahan kurikulum, bukan perubahan kurikulum.

“Sekitar September 2012 masih Rakornas penguatan dan penyempurnaan kurikulum, bukan perubahan. Padahal Kemdikbud bilang sudah menyiapkan perubahan kurikulum sejak 2010. Saat pemerintah melakukan uji publik, anggarannya dari mana? Setahu kami dana itu diambil dari pendampingan ekonomi kreatif di daerah-daerah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014,” papar Tari di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (15/2).

Pendapat senada turut dilontarkan pemerhati pendidikan Romo Benny. Dia menilai, ketidaksiapan guru sebagai pelaksana kurikulum baru menjadi potensi gagalnya penerapan kurikulum 2013 di dunia pendidikan. “Apa mungkin guru menguasai kurikulum baru dalam training dua hari?”  Selain itu, lanjutnya, buku panduan kurikulum 2013 bagi para guru belum jelas. Padahal pelaksanaan kurikulum baru akan dimulai pada tahun ajaran baru mendatang, yakni sekira Juni-Juli 2013.

 

Sementara itu, pada Jumat (15/2) kemarin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menemui Ketua DPR RI, Marzuki Ali untuk menyampaikan penjelasan dan melaporkan kesiapan terkait kurikulum baru. Nuh mengaku kurikulum baru tinggal tahap pelaksanaannya saja.

 

Ketika disinggung mengenai persiapan para pengajarnya, Nuh mengaku akan memberikan pelatihan para guru disertai dengan pemberian buku pegangan untuk panduan. “Bulan Maret nanti kita akan menggelar pelatihan. ada yang dimulai instruktur nasional untuk melatih guru-guru inti, lalu guru inti melatih guru-guru yang di kelas-kelas. Nanti ada pendampingan, pelatihan ini ibaratnya tiket masuk untuk kurikulum baru,” jelasnya.

Okezone | Suharno

BAGIKAN