JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Lagi, Jalur Jensud Dirombak

Lagi, Jalur Jensud Dirombak

380
BAGIKAN

BANJARSARI-Penerapan rekayasa lalu lintas di koridor Jenderal Sudirman (Jensud) dievaluasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Hasilnya, ada 10 titik jalur yang dirombak dan berlaku Senin (18/2).

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo, Sri Baskoro, mengatakan, ke-10 titik jalur yang dirombak meliputi,  jalur sebelah barat patung Slamet Riyadi, Jalan Mayor Sunaryo, Jalan Mayor Kusmanto, dan Jalan Kapten Mulyadi.

Kemudian, sekitar bundaran Pamandengan Jalan Arifin, Jalan Arifin menuju PTPN, Jalan Arifin menuju perempatan Widuran, perempatan Ketandan, pertigaan RM Timlo Sastro dan Jalan RE Martadinata.

”Evaluasi ini, dilakukan setelah kami bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat, pelaku bisnis hingga instansi sekolah. Mereka, memberikan berbagai masukan untuk kelancaran arus lalu lintas di sekitar Jalan Jenderal Sudirman,” ujarnya, saat jumpa pers di Kantor Dishubkominfo, Jumat (15/2).

Kata Baskoro,perombakan 10 titik jalur itu, efektif berlaku mulai Senin (18/2). Untuk pemasangan rambu pengarah jalan di sisi barat patung Slamet Riyadi, dilengkapi keterangan waktu pukul 06.00 -22.00 WIB.

Arus lalu lintas di tiga jalan, yakni Jalan Mayor Kusmanto, Mayor Sunaryo dan  Jalan Arifin diterapkan dua arah. ”Yang di Jalan Mayor Sunaryo dan Mayor Kusmanto lalu lintasnya dikembalikan seperti semula,” imbuh dia.

Ada juga larangan belok kiri dan larangan parkir di sisi utara perempatan Ketandan dan Jalan RE Martadinata.

Sedangkan di Jalan Kapten Mulyadi atau sekitar pertigaan Loji Wetan,  dipasang barikade agar tidak terjadi crossing atau arus menyilang. Lalu, di sekitar bundaran Pamandengan arah Jalan Arifin dipasang rambu larangan menuju arah Pasar Gede pada pukul 06.00-18.00 WIB. Rambu itu, dipasang di median jalan depan gereja. ”Kami akan mulai menyosialisasikannya mulai hari ini(kemarin) supaya bisa diterapkan efektif, Senin (18/2),” ujarnya.

Kanit Dikyasa Satlantas Poresta Surakarta, Ajun Komisaris Polisi I Made Rai Ardana, berharap,perombakan jalur Jensud itu bisa efektif mengurai kemacaten. ”Saya berharap ini menjadi evaluasi terakhir untuk Koridor Jenderal Sudirman,” katanya.

Adapun Kasie Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Solo, Muhammad Usman, mengatakan, satu barikade jalan akan dipasang tepat di pertigaan Loji Wetan. Selain itu, rambu pengarah jalan, yang bagi pengguna jalan di Koridor Jensud juga akan ditambah.”Tapi, rantai pembatas jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman tetap dipasang, karena tingkat pelanggaran lalu lintas di sana masih sangat tinggi,” ucapnya.

Jalur Koridor Jensud mulai ditata ulang pada akhir tahun 2012 lalu. Dimulai dengan  menghapus lampu pengatur lalu lintas di perempatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) hingga pembenahan di titik-titik jalur lain.

Fariz Fardianto