JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Lagi, KPK Sita Rumah Djoko Susilo

Lagi, KPK Sita Rumah Djoko Susilo

378
BAGIKAN
KPK sita aset Irjen Djoko Susilo
KPK sita aset Irjen Djoko Susilo

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (20/2), kembali menyita empat rumah mewah yang diduga milik Irjen Djoko Susilo, tersangka korupsi simulator SIM Mabes Polri. Empat rumah itu berada di Jakarta dan Depok.  Dengan demikian total KPK sudah menyita 10 rumah mewah milik Djoko Susilo, Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dua dari empat rumah yang disita kemarin terletak di Jakarta Selatan, yakni di Jalan Prapanca Raya, dan Jalan Cikajang. Dua yang lain berada di Elang mas, Tanjung Mas Jakarta, serta di Pesona Kayangan, Depok. “Hanya sita sementara agar tidak dilakukan perpindahan kepemilikan atau jual beli,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta.

Di antara keempat rumah yang disitam rumah di Jalan Prapanca, Kebayoran Baru, mungkin yang paling mentereng.  Rumah berlantai dua itu persis di samping Mess Bank Indonesia atau di seberang kompleks perumahan Staf Kedubes AS.

Rumah itu memiliki dua pintu gerbang. Satu untuk masuk dan satu untuk keluar. Tinggi pintu gerbang sekitar hampir 4 meter selaras dengan pagar temboknya. Pintu gerbang terbuat dari kayu jati dan di bagian belakang rumah ada pendopo dari kayu. Ditaksir rumah ini berharga puluhan miliar.

Penjaga rumah tersebut, Sutino (65) mengatakan di rumah itu biada ditempati Dipta Anindita, istri muda Djoko Susilo. “Oh kalau ditanya ini rumah Ibu Dipta, ya ini rumahnya. Tapi kalau ditanya rumah Pak Djoko, saya enggak tahu, saya enggak kenal,” kata Sutino. “Tapi sudah lama Ibu tidak ke sini,” terangnya.

Sementara itu, rumah Djoko Susilo di Jalan Cikajang No 18, Petogogan, Kebayoran Baru, memiliki ruang bawah tanah atau basement. Ruang bawah tanah itu berada di dekat garasi mobil yang sudah hancur.  Rumah berpagar biru itu juga terlihat tidak terurus. Salah satu jendelanya sudah copot. Cat tembok yang berwarna krem juga sudah terlihat kusam. Langit-langit rumah di bagian depan sudah terkelupas.

Tidak ada penghuni di rumah tersebut. Bahkan barang-barang di dalam rumah itu juga tidak ada.  “Memang kosong (rumahnya). Dulu 2012 pertengahan ada tukangnya. Renovasi, terus kosong,” ujar salah satu pekerja di rumah itu yang tidak mau disebutkan namanya.

Sedangkan di Depok, rumah mewah Djoko Susilo berada di Perumahan Pesona Khayangan Mungil, Blok E1 Jalan M Yusuf Mekarjaya, Sukmajaya. Di tembok dekat pintu masuk, sudah terpasang papan bertuliskan peringatan pernyitaan tanah dan bangunan oleh KPK. “Itu kemarin nyegelnya, jam 4 sore. KPK datang dengan mobil Avanza,” kata seorang satpam, Ajat.

Ajat mengaku tidak tahu rumah itu milik Djoko Susilo. Yang biasa datang adalah seseorang bernama Hariadi yang umurnya kira-kira 84 tahun. Tak diketahui apakah lelaki itu pemilik atau bukan. Setahun lalu, aku Ajat, ia sempat diberi uang Rp 500.000 oleh seorang perempuan cantik dari rumah itu. “Sepertinya sih istrinya. Dia bilang buat ngopi,” ungkapnya.

Mantan Ketua RW 29, Edi Faisal mengatakan, rumah itu dibeli pada tahun 2010. Namun demikian, ia mengaku tidak tahu siapa pemiliknya. “Dengar-dengar milik ajudan siapa gitu,” katanya. Hingga kini, pemilik rumah tak pernah mendaftarkan diri ke RT/RW setempat. Karena itu, warga tak pernah tahu bahwa sebetulnya pemilik rumah berlantai dua dan bercat putih itu adalah jenderal polisi yang kini menjadi tersangka kasus simulator SIM.

Di Tanjung Mas, rumah Djoko Susilo berada di di Jl Elang Mas, Blok C3, Jagakarsa, Tanjung Duren, Jakarta Selatan.  Seorang petugas keamanan komplek yang enggan disebutkan namanya mengatakan, rumah dengan dominasi cat krem tersebut memang tidak pernah ditinggali oleh empunya rumah. “Rumah sudah bertahun-tahun kosong,” kata satpam tersebut.

Menurutnya, sejak dia mulai bekerja sebagai petugas keamanan tahun 2010 lalu, dia tidak pernah mengetahui rumah megah tersebut adalah milik petinggi Polri bernama Djoko Susilo. “Tahunya pas orang KPK datang mau segel (rumah),” terangnya.

Untuk diketahui, KPK menerapkan pasal pencucian uang terhadap mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Djoko Susilo yang menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat tahun anggaran 2011. KPK menduga ada praktik pencucian uang yang berasal dari tindak pidana korupsi oleh Djoko Susilo.

Dalam kasus simulator, KPK menetapkan Djoko Susilo sebagai tersangka pada tanggal 27 Juli bersama dengan Brigadir Jenderal Polisi Didik Purnomo (Wakil Kepala Korlantas nonaktif). Selain itu, KPK juga menetapkan tersangka atas nama Budi Susanto selaku Direktur Utama PT CMMA selaku perusahaan pemenang tender pengadaan simulator, dan Sukotjo S Bambang sebagai Direktur PT ITI yang menjadi perusahaan subkontraktor dari PT CMMA. KPK menilai kerugian negara sementara adalah Rp100 miliar dari total anggaran Rp196,8 miliar.  Antara | Detik