JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Lagi, Mantan Buruh Plastik Geruduk Dewan

Lagi, Mantan Buruh Plastik Geruduk Dewan

181
BAGIKAN
AKSI BURUH – Puluhan buruh eks PP Gunung menggelar aksi di kantor DPRD Solo, Kamis (7/2). Joglosemar/Abdullah Azzam

KARANGASEM-Sebanyak 21 mantan buruh PP Gunung Solo mendatangi DPRD Solo, Kamis (7/2). Aksi mendatangi DPRD itu, untuk yang ke sekian kalinya, setelah mereka diberhentikan dari pabrik plastik itu.

Mereka mengadukan nasibnya, usai diberhentikan tanpa pemberitahun yang jelas dari manajemen perusahaan.

Puluhan buruh itu merasa dibohongi pihak manajemen perusahaan. Pasalnya, awalnya mereka hanya diperbantukan ke perusahaan CV Cahaya Abadi, Jaten. tapi Kenyataanya, malah dipindah secara tetap.

Dengan cara itu, mereka tidak bisa lagi bekerja di PP Gunung dan tidak diberikan pesangon. Selain itu, kedatangan mereka juga untuk memastikan perusahaan datang ke DPRD.

Mereka mengaku menerima informasi, kemarin, pihak perusahaan diundang ke DPRD. Bahkan, jika menolak undangan itu, pihak manajemen akan dipanggil paksa para buruh itu, dengan kendaraan yang sudah disiapkan.

”Kami datang ke sini(DPRD) tidak untuk demo. Namun memastikan pengusaha PP Gunung memenuhi panggilan DPRD. Jika pengusaha tidak datang maka kami akan menjemput paksa pengusaha dengan ambulans ini,” kata koordinator buruh, Suharno.

Para buruh itu mendesak agar bisa dipekerjakan lagi ke PP Gunung. Karena perpindahan mereka tanpa penjelasan. Yakni, semula diperbantukan ke CV Cahaya Abadi, namun lama-lama malah diberhentikan dari pabrik plastik itu tanpa pesangon.

”Kami tidak rela jika pengusaha tidak mengindahkan panggilan pemerintah. Buruh pun juga minta agar tidak ada lagi kesewenang-wenangan perusahaan terhadap buruh,” ujarnya.

“Kami juga minta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (dinsosnakertrans) tidak lalai melindungi buruh. Bahkan kami dapat informasi jika CV Cahaya Abadi akan tutup 12 Februari, ini kan membuat nasib buruh tidak jelas,” katanya lagi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Abdul Ghofar Ismail, mengatakan, DPRD belum memanggil manajemen perusahaan PP Gunung. “Kami belum memanggil perusahaan. Saat ini baru bahas dengan SKPD, jadi tidak hanya masalah satu buruh di perusahaan saja,” ucapnya.

Setelah pembahasan itu rampung, para stake holder terkait akan dikumpulkan. Pasalnya, permasalahan buruh tidak menjadi tanggung jawab Dinsosnakertrans saja.”Kami pasti akan memanggil perusahaan tapi hari ini, tapi setelah pembahasan ini selesai,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Solo, YF Sukasno, berpendapat sama.”Yang bilang perusahaan dipanggil oleh DPRD hari ini itu siapa? Surat juga juga ada. Kalau perusahaan ditutup pasti ada pembicaraan lebih lanjut dengan para buruh,” katanya.

Sukasno menambahkan, jika perusahaan tidak memberikan pesangon sepersen pun, Dewan siap mendampingi para buruh untuk menuntut hak mereka. ”Tapi kami tidak  akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa saat buruh mau menjemput manajemen perusahan. Karena kami punya tahapan,” imbuh dia.  Ari Welianto