JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Lancar Menyusui dengan Akupuntur

Lancar Menyusui dengan Akupuntur

1782
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

Kebahagiaan  menjadi seorang ibu akan terasa lengkap  bila hal-hal yang sudah menjadi kodrat seorang wanita bisa dilalui dengan sempurna. Satu hal yang akan menyempurnakan kebahagiaan itu adalah saat Ibu bisa memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan dan diteruskan sampai usia anak dua tahun. Dengan memberikan ASI eksklusif, seorang ibu telah memberikan yang terbaik untuk masa depan si buah hati.

Namun, tidak sedikit ibu yang kecewa, karena keinginannya untuk memberikan ASI eksklusif tidak berhasil karena produksi ASI-nya tidak banyak dan tidak mencukupi kebutuhan bayinya. Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi produksi ASI. Produksi dan pengeluaran ASI dalam tubuh dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu prolaktin dan oksitosin.

Prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI. Sedangkan oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Prolaktin biasanya berkaitan dengan nutrisi dari ibu. Maka, kalau asupan nutrisinya untuk ibu baik, prolaktin yang dihasilkan tubuh pun meningkat sehingga ASI yang dihasilkan juga banyak. Namun meski produksi ASI banyak, kadang ASI tidak bisa dikeluarkan sempurna dari tubuh. Untuk mengeluarkan ASI dibutuhkan hormon oksitosin yang bekerjanya tergantung pada proses hisapan dari puting susu. Semakin sering puting dihisap oleh mulut bayi, hormon oksitosin yang dihasilkan semakin banyak, sehingga susu yang keluar pun banyak. Hormon prolaktin ini dihasilkan oleh otak dan sangat terpengaruh oleh kondisi psikis sang ibu.

Dokter Spesialis Akupuntur Rumah Sakit Umum Islam Yarsis Surakarta, Dr. H.M Daris Raharjo, Akp mengatakan, hambatan pada ibu menyusui umumnya ada dua, yakni masalah produksi yang berhenti atau produksi yang sedikit serta saluran yang tidak lancar. “Produksi ini dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang dihasilkan oleh otak kita,” katanya. Sedangkan untuk saluran, ini biasanya dipengaruhi oleh bentuk fisik puting susu. Puting susu yang tidak tidak bisa memberikan ASI secara sempurna biasanya  bentuknya datar.

Untuk memperlancar produksi ASI sejumlah usaha bisa dilakukan, seperti dengan mengonsumsi sejumlah booster ASI, seperti daun katuk dan lainnya. Tetapi jika hal itu tidak juga berhasil memperbanyak produksi ASI jangan berputus asa. Masih ada satu cara lagi untuk memperlancar ASI, yakni dengan cara akupuntur. “Jika segala usaha telah dilakukan namun produksi ASI tidak bisa banyak, Ibu bisa melakukan akupuntur,” katanya.

Akupuntur untuk memperlancar ASI ini berfungsi merangsang diproduksinya hormon prolaktin dari otak. Hormon ini yang mempengaruhi banyak sedikitnya ASI. “Dengan akupuntur di titik-titik tertentu akan bisa merangsang produksi hormon prolaktin,” katanya.

Dia menjelaskan, Akupuntur ini tidak harus memakai jarum. Sebab, ada beberapa ibu-ibu takut dengan jarum. Akupuntur bisa dilakukan hanya dengan melakukan pemijatan pada titik-titik tertentu. Bahkan, pemijatan ini bisa dilakukan oleh bidan atau bahkan oleh ibu menyusui di rumah. “Tidak harus memakai jarum, akupuntur untuk  Ibu menyusui bisa dilakukan hanya dengan pijatan saja,” ujarnya.

Titik-titik pijatan yang utama untuk memperlancar ASI, menurut Daris,  berada di bagian payudara sendiri. Tiga titik utama untuk dilakukan pemijatan di payudara adalah satu titik di atas puting, tepat di puting payudara, dan titik di bawah puting. “Jika ini dilakukan secara rutin dan benar, upaya ini bisa memperlancar ASI,” jelasnya. Selain titik-titik di payudara, titik di bawah lutut juga akan membantu memperlancar ASI.

Selain itu, titik di punggung yang segaris dengan payudara juga bisa dilakukan pemijatan untuk memperlancar produksi ASI. Pijatan yang dilakukan bisa dengan ujung jari telunjuk dengan cara memutar sebanyak 30 kali. “Pemijatan ini bisa dilakukan sekitar 2-3 kali sehari,” terang dia.

Daris mengatakan, efek akupuntur untuk memperlancar ASI ini sudah terbukti melalui sejumlah penelitian. Antara lain penelitian yang dilakukan di Surabaya. Dari 38 ibu menyusui, 20 di antaranya menjalani pemijatan di titik-titik tersebut. Hasilnya, produksi hormon prolaktin meningkat dengan cukup signifikan dibandingkan dengan 18 ibu menyusui yang tidak mendapatkan pemijatan. “Tidak hanya kuantitas ASI, tetapi kualitas ASI juga lebih baik daripada yang tidak dipijat,” terang dia.

Pemijatan pada titik-titik tertentu untuk memperlancar ASI ini, bisa mulai dilakukan pada saat hamil. Namun, harus dilakukan secara hati-hati. Sebab, pemijatan pada titik-titik tersebut bisa menyebabkan timbulnya kontraksi. “Bisa dimulai sejak hamil, tetapi terkadang bisa menyebabkan kontraksi. Kalau menimbulkan kontraksi secepatnya dihentikan,” katanya. Tri Sulistyani