JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Listrik Rusunawa Diusulkan Pakai Prabayar

Listrik Rusunawa Diusulkan Pakai Prabayar

254
BAGIKAN
Rusunawa Kerkop, Jebres, Solo
Rusunawa Kerkop, Jebres, Solo

KARANGASEM-DPRD Solo mengusulkan, penggunaan listrik bagi penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) memakai sistem prabayar, layaknya pulsa.

Sistem itu, diklaim mempermudah dan meringankan penghuni Rusunawa yang mayoritas dari masyarakat kalangan bawah. ”Saya banyak terima laporan dari penghuni Rusunawa.  Di mana, bebannya itu cukup tinggi. Nunggak satu bulan, listrik sudah diputus. Solusinya ya memakai sistem prabayar  seperti pulsa,” kata  Wakil Ketua DPRD Solo, Muhammad Rodhi, Rabu (20/2).

Dengan sistem listrik prabayar, penghuni Rusunawa tidak perlu membayar tagihan listrik saban bulan. Melainkan tergantung dari kemampuan finansial yang dimiliki. Dia mencontohkan, sistem itu  seperti membeli pulsa Rp 10.000 untuk sekian hari.

”Di sana, mayoritas masyarakat kan tidak mampu dan berpenghasilan rendah. Jadi, jika tidak memakai listrik, karena mau pergi maka listrik bisa dimatikan sendiri.  Masak penghuni yang penghasilannya rendah seperti yang berprofesi tukang becak harus mengeluarkan Rp 100.000 untuk bayar listrik,” ujarnya.

Menurutnya, cara ini justru lebih tepat, karena penghuni bisa menikmati listrik sesuai dengan kemampuan keuangannya. Di mana listrik  diisikan di meteran yang sudah disediakan. Jika tidak dipakai, maka pulsa listrik itu tidak hangus. ”Ini membuat penghuni merasa lebih nyaman untuk tinggal. Serta tidak ada tunggakan-tunggakan seperti sekarang ini,” katanya.

Adanya sistem itu, juga memudahkan PLN. ”Nanti kami akan komunikasikan dengan PLN agar bisa direalisasikan.  Sehingga membuat penghuni tidak takut jika diputus saat nunggak tagihan listrik,” imbuh dia.

Sementara itu, Humas PLN Area Surakarta, Suharmanto, menyambut baik usulan itu. Untuk realisasinya, masih dibahas internal PLN. ”Kami belum akan melangkah dan akan dibahas terlebih dahulu. Ini usulan yang baik,” katanya. Ari Welianto