JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Longsor, Akses Lumpuh 36 KK Terisolasi

Longsor, Akses Lumpuh 36 KK Terisolasi

461

Longsoran material bukit di Dukuh Pringapus itu sekitar 50 meter kubik di atas bukit dan menimbun ruas jalan di Dukuh Rejomulyo sepanjang 15 meter.

Tanah Longsor di Sragen

SRAGEN—Musibah tanah longsor terjadi di Bukit Dukuh Pringapus RT 12, Desa Gilirejo Lama, Kecamatan Miri, Rabu (6/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Longsoran material yang menimbun ruas jalur utama dari Dukuh Rejomulyo menuju Miri, membuat 36 kepala keluarga (KK) di dukuh tersebut sempat terisolasi selama hampir 24 jam.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun timbunan material yang menutup total satu-satunya jalan di Dukuh Rejomulyo itu membuat akses transportasi dan mobilitas warga di dukuh itu lumpuh total karena tidak bisa keluar dari desa.

Informasi yang dihimpun di lapangan, longsor terjadi bersamaan dengan hujan gerimis yang mengguyur kawasan Gilirejo Lama sejak petang. Sekitar pukul 23.00 WIB, warga dikejutkan dengan suara gemuruh yang setelah dicek ternyata bersumber dari longsoran bukit di Dukuh Pringapus. Material sekitar 50 meter kubik di atas bukit itu menimbun ruas jalan Rejomulyo sepanjang 15 meter.

“Tidak ada angin, hujannya juga hanya gerimis kecil. Seketika terjadi longsoran, kami bersama warga dan aparat Koramil langsung mengecek lokasi. Karena hari sudah malam akhirnya evakuasi dilaksanakan tadi pagi (kemarin),” ujar Kepala Desa Gilirejo Lama, Parjo, Kamis (7/2).

Salah satu warga, Didik mengatakan akibat musibah itu, akses transportasi dan mobilitas warga lumpuh sejak Rabu (6/2) malam. Sebab, jalan tersebut merupakan satu-satunya yang selama ini digunakan sebagai akses keluar dari dukuh menuju desa lain atau ke pusat Kecamatan Miri. “Karena tidak bisa dilewati kendaraan, warga dan anak sekolah terpaksa harus jalan kaki menyusuri tebing dan longsoran,” urainya.

Parjo menambahkan, puluhan warga dibantu belasan personel Koramil, Babinsa dan Polsek Miri, bersama-sama mengevakuasi longsoran material sejak pukul 06.00 WIB pagi kemarin. Proses evakuasi material baru tuntas setelah warga dan aparat berjibaku mengangkut serta membersihkan material selama hampir enam jam. “Jam 12.00 WIB tadi (kemarin), jalan baru bisa dilewati lagi,” terangnya.

Terpisah, Komandan Kodim 0725/Srg, Letkol (Inf) R Wahyu Sugiyarto mengatakan sesaat setelah mendapat laporan dari Babinsa setempat, pihaknya langsung menginstruksikan jajaran Koramil untuk membantu evakuasi longsoran. Wardoyo

BAGIKAN