JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Longsor, Jembatan Bangunsari Runtuh

Longsor, Jembatan Bangunsari Runtuh

521
BAGIKAN
Jembatan Bangunsari Runtuh
Jembatan Bangunsari

BOYOLALI- Bencana tanah longsor akhir pekan kemarin menyebabkan jembatan darurat Dukuh Bangunsari, Desa Jrakah, Kecamatan Selo runtuh. Selain itu satu rumah warga Desa Tarubatang, Selo, juga rusak tertimpa longsoran.

Runtuhnya jembatan penghubung Desa Jrakah dengan Desa Klakah tersebut, membuat warga sejumlah dukuh yang berada di lereng Merapi, terpaksa menempuh jalan memutar untuk pergi ke pasar maupun kantor desa setempat. Sarti (39), warga Bangunsari menuturkan, jembatan darurat dari bambu tersebut runtuh akibat tertimpa longsoran tebing. Posisi jembatan yang berada di bawah tebing curam tersebut membuat material longsoran tepat mengenai badan jembatan, dan  mengakibatkan jembatan ambrol. “Sebenarnya warga sudah berupaya memperbaikinya, tetapi longsor terjadi lagi,” tutur dia, Sabtu (16/2).

Dengan runtuhnya jembatan tersebut, warga terpaksa menyusuri tebing untuk pergi ke ladang maupun ke pasar. Namun bagi pengendara sepeda motor, terpaksa harus menempuh jalan memutar, yakni melewati jembatan gantung Dukuh Sepi. “Ya terpaksa memutar tiga kilometer lebih kalau mau ke pasar atau ke Magelang,” kata Kliwon (65), warga yang lain. Tumar, Kades Jrakah, mengatakan keberadaan jembatan Bangunsari cukup vital bagi warganya maupun warga Klakah. Pihaknya berharap supaya Pemkab dapat membantu membangun kembali jembatan tersebut.

Terpisah, bencana tanah longsor juga menimpa rumah Suparmin (42) warga Dukuh Tarusari, Desa Tarubatang, Selo. Meski tidak sampai memakan korban jiwa, namun akibat longsor yang terjadi Jumat (15/2) siang, rumah korban jebol dindingnya. Longsor terjadi menyusul hujan lebat di wilayah Gunung Merbabu dan Merapi. Akibatnya, tebing pekarangan setinggi tiga meter lebih longsor dan langsung menimpa dinding rumah korban hingga jebol.

“Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian ditafsir sekitar Rp 3 juta,” ungkap Camat Selo, Sumanto.

Selain longsor yang merusak jembatan dan rumah warga, longsor juga terjadi di sepanjang jalur wisata Solo-Selo-Borobudur. Tiga titik longsor cukup besar terjadi di Jurang Grawah, Dukuh Kadipiro, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, kemudian di kawasan Irung Petruk, serta di tikungan Selo Pass. Tumpukan longsor tersebut kemudian dibersihkan masyarakat bergotongroyong dengan petugas Bina Marga Jateng, TNI, serta Polri. Meski arus lalu lintas sempat tersendat, namun longsoran akhirnya berhasil disingkirkan.

Ario Bhawono