JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Los Depok Tak Kunjung Diundi, Dagangan Bakul Diserang Tikus

Los Depok Tak Kunjung Diundi, Dagangan Bakul Diserang Tikus

226
Joglosemar|Budi Arista Romadhoni SIAP DIGUNAKAN-Sejumlah anak tengah bermain di Pasar Depok yang baru selesai pembangunannya, Solo, Selasa (15/1). Pembagian kios Pasar Depok akan dibuat sistem undian.
Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
SIAP DIGUNAKAN-Sejumlah anak tengah bermain di Pasar Depok yang baru selesai pembangunannya, Solo, Selasa (15/1). Pembagian kios Pasar Depok akan dibuat sistem undian.

BANJARSARI-Para pedagang burung mendesak Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo, segera mengundi los Pasar Depok yang baru. Pasalnya, barang dagangan mereka banyak yang mati diserang hama tikus.

Dari pantauan Joglosemar, para pedagang yang paling banyak merugi akibat serangan hama tikus adalah para pedagang yang menempati sepanjang lapak darurat sisi selatan hingga utara. Mereka mengeluh, karena jadwal undian los tak ada kejelasan.

Wawan, (38), salah seorang pedagang burung di lapak darurat Pasar Depok, mengaku, jumlah burung hias dagangannya terus menyusut drastis. Jumlahnya setiap hari terus berkurang, karena banyak yang mati akibat dimakan hama tikus.

”Oleh karena itu, kami mendesak DPP secepatnya mengadakan undian los, supaya kami bisa menempati bangunan baru,” ujarnya, Senin (18/2).

Kondisi itu diperparah dengan anomali cuaca. Yakni, hujan deras terus mengguyur Solo, nyaris setiap hari. Karena tak kunjung ada kejelasan jadwal undian los itu, dia dirugikan secara finansial. ”Mungkin karena sering hujan, maka banyak tikus dari selokan yang naik ke permukaan untuk mencari makan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi seperti itu hampir dirasakan seluruh pedagang di lapak darurat. Dalam sehari, katanya, minimal ada dua hingga tiga burung yang mati. Selain burung, banyak sangkar burung yang rusak parah karena digerogoti tikus. Kerugian yang ditaksir para pedagang, cukup besar dengan estimasi satu ekor burung dipatok Rp 50.000-100.000.

”Jadi, bisa dibayangkan, jika satu ekor dihargai Rp 100.000, lalu yang mati mencapai puluhan ekor. Kerugian yang ditanggung sangat besar,” imbuh dia.

Ngadimin, (57), pedagang lainnya, mengatakan, sedikitnya ada 117 pedagang yang hingga kini belum bisa menempati los di bangunan baru. Pasalnya, proses undian los tak kunjung digelar DPP dengan alasan yang tak jelas.

”Padahal, ada 110 los yang disediakan di lantai dasar dan sisanya berada di lantai satu. Tapi, ada sembilan los di antaranya yang disediakan khusus untuk menggantikan lahan los pedagang yang ukurannya luas,” katanya.

Staf pengelola Pasar Depok, Widodo, menambahkan, undian los bisa digelar Kamis (21/2) nanti, dengan peserta ratusan pedagang yang telah memiliki Surat Hak Penempatan (SHP). Untuk undangannya, akan disebar secepatnya.

Fariz Fardianto

BAGIKAN