JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Internasional Marjin Nyaman United

Marjin Nyaman United

249
BAGIKAN

Dengan kompetisi menyisakan 12 pertandingan, marjin poin sebesar itu bisa jadi sudah bisa menempatkan satu kaki  di podium juara.

GOL PEMBUKA-Pemain Manchester United, Ryan Giggs menembakkan bole melewati pemain Everton, Phil Neville (tengah) dan Johnny Heitinga (kanan) yang akhirnya menjadi gol pertama dalam pertandingan di Old Trafford, Manchester, Sabtu (10/2) waktu setempat. Reuters | Phil Noble

Manchester-Manchester United nyaman di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 12 poin dari Manchester City, usai menang 2-0 atas Everton di Old Trafford, Minggu (10/2). Akan tetapi, liga tetap belum berakhir, dan Setan Merah tak punya alasan untuk  bermain santai.

United resmi mengumpulkan 65 poin usai kemenangan itu. Kekalahan City atas Southampton pada laga sebelumnya menguntungkan The Red Devils yang memang sedang melaju dengan stabil di ajang Liga.

Dengan kompetisi menyisakan 12 pertandingan, marjin poin sebesar itu bisa jadi sudah bisa menempatkan satu kaki  di podium juara. Asal mereka bisa konsisten, mereka bahkan bisa memboyong gelar tiga atau empat laga sebelum liga berakhir.

Pasalnya, kedua tim teratas sama-sama memiliki tiga lawan tangguh. Sir Alex Ferguson harus menghadapi City, Arsenal, dan Chelsea, dan City harus menghadapi United, Chelsea dan Tottenham Hotspur. Hanya, beban ekstra bagi City, selain harus meraih poin sempurna, mereka harus berharap United kalah empat kali beruntun.

“Kami harus memenangi laga kontra Everton terkait apa yang terjadi dengan City dan jika kami bisa berkonsentrasi pada penampilan kami, maka kami akan baik-baik saja,” ujar manajer Sir Alex Ferguson, dilansir BBC.

Fergie memuji penampilan anak asuhnya yang bisa mendominasi laga meskipun The Toffees beberapa kali mampu merepotkan mereka. Apalagi musim lalu MU punya pengalaman tak mengenakkan dengan Everton.

“Saya rasa mereka mendominasi di 20 menit pertama laga dan mereka melakukan beberapa hal baru. Mereka punya Baines yang bagus saat mengambil sepak pojok, tapi saya pikir kami benar-benar mengontrol pertandingan,” kata dia.

 

Mancini Terjepit

Sementara itu, posisi manajer Manchester City, Roberto Mancini semakin sempit dengan realitas ini. Ia hanya memiliki satu peluang realistis tersisa untuk meraih gelar dan seandainya mereka gagal di pertandingan Piala FA pada akhir pekan melawan tim kasta kedua Leeds United, pelatih Roberto Mancini akan mendapati dirinya berada di bawah sorotan yang semakin tajam.

Ia telah dikritik karena menyalahkan para pemainnya dan menolak mendukung pemain-pemain yang tampil buruk, dan pelatih asal Italia ini tahu bahwa dengan peluang mereka di Liga Utama Inggris sudah sangat kecil. “Ketika Anda bermain sepak bola dan Anda merupakan pemain papan atas, Anda semestinya bertanggung jawab, selalu,” kata Mancini, seperti dikutip The Telegraph.

“Ini bukan selalu kesalahan manajer. Para pemain seharusnya bertanggung jawab,” kata dia. Antara | Detik