JOGLOSEMAR.CO Foto Mayat Bayi Mengapung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Mayat Bayi Mengapung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

2651

Kondisi Memprihatinkan, Diperkirakan Berusia Seminggu

Saat banyak pasangan suami istri yang mengidam-idamkan punya keturunan, ada saja orang yang justru tega membuang darah dagingnya sendiri. Seperti yang terjadi di Wonogiri berikut ini.

BAYI-Mayat bayi perempuan yang ditemukan di perairan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Senin (25/2). Joglosemar | Eko Sudarsono
BAYI-Mayat bayi perempuan yang ditemukan di perairan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Senin (25/2). Joglosemar | Eko Sudarsono

Hari masih pagi, saat seorang nelayan bernama Eko memulai aktivitasnya di dekat pintu Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Senin (25/2). Belum sempat meneruskan aktivitas mencari ikan, mata Eko menangkap pemandangan ganjil. Belum cukup yakin, warga sekitar waduk itu pun mendekat. Dan, sebuah pemandangan mengerikan terpampang di depan matanya.

Bagaimana tidak? Saat itu di hadapannya mengapung sesosok mayat bayi dalam kondisi memprihatinkan. Seluruh badannya bengkak dan menghitam, bahkan bagian pahanya telah rusak hingga terlihat dagingnya. Begitu bengkaknya, mata bayi itu bahkan tak lagi terlihat. Yang paling membuatnya miris ialah lidah bayi perempuan itu menjulur, entah karena menangis ataupun justru tertawa.

Takut dengan kondisi tersebut, Eko lantas menelepon temannya yang bernama Yanto. Namun saat itu, Yanto sedang berada di bank untuk sebuah keperluan. Maka jadilah Yanto menelepon kenalannya yang merupakan anggota Unit Intel Kodim 0728/Wonogiri bernama Suwarso.

Akhirnya, Suwarso datang ke lokasi penemuan bayi malang itu. Dibantu nelayan, Suwarso ke tengah waduk guna mengevakuasi bayi tersebut.

“Tadi (kemarin-red) sekitar pukul 07.30 WIB ada nelayan namanya Eko warga sekitar. Dia saat itu mencari ikan. Karena tidak berani, dia menelepon temannya Yanto, Yanto sedang di bank dan akhirnya telepon saya. Saya lalu ke tengah dengan nelayan. Bayi itu mengapung menghadap ke atas,” jelas Suwarso .

Dilihat dari kondisinya, besar kemungkinan bayi itu sengaja dibuang. Sebab, tidak jauh dari tempat bayi terapung ditemukan kasur lengkap dengan perlak atau alas tidur. Bayi mungil itu pun setelah dievakuasi, dibungkus karung sebelum akhirnya dipindahkan ke selembar selimut.

Menurut Suwarso, kasur dan perlak tadi ditemukan sekitar 10 meter dari bayi terapung. Bukan tidak mungkin tubuh kecil itu sebelumnya dibungkus dengan kasur tadi. Dari pengamatan, tali pusar bayi sudah bersih dan rapi.

Kapolsek Wonogiri AKP Hadijah Shahab, mewakili Kapolres AKPB Tanti Septiyani memperkirakan bayi tersebut sudah berusia sekitar seminggu. “Namun hasil pemeriksaan belum ada. Jadi belum bisa dipastikan sudah berapa hari bayi itu berada di air. Secara umum kalau kondisinya seperti ini, mungkin sudah dua hari,” katanya.

Sementara Kepala Desa Pokoh Kidul, Wuryatno mengatakan lokasi ditemukan bayi berada di wilayah Somoulun/Pulotengah, Desa Pokoh Kidul, Wonogiri. Melihat posisi bayi ditemukan, kemungkinan bayi berasal dari arah Sungai Keduwang, bagian dari DAS Bengawan Solo.

“Ini terlihat dari posisi bayi di sekitar pintu waduk, jadi kemungkinan dari Sungai Keduwang satu jalur dengan Sungai Gedong tempat dua warga kalap belum lama ini,” terangnya. Eko Sudarsono

BAGIKAN
  • rafaela mulat mrabawani

    Kasihan bayi itu
    Tabi biarkan saja lah
    Orang aku gak ikut campur
    Sory ya gua gak mau ikutan campur
    Tentang bayi iku
    Bayi itu kan bukan keluargaku
    Kalau keluargaku ma gua udah uring uringan