JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Mayat Pria Bertato Mengambang di Bengawan Solo

Mayat Pria Bertato Mengambang di Bengawan Solo

312
BAGIKAN

Diduga Korban Pembunuhan

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN- Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengambang di aliran Bengawan Solo di daerah Dukuh Bolo RT 09, Desa Banaran, Sambungmacan, Selasa (19/2) pukul 11.40 WIB. Diduga kuat jasad pria itu adalah korban pembunuhan karena ada luka sobek sedalam 6 sentimeter di dadanya.

Saat ditemukan jasad sudah mengeluarkan bau menyengat dan kulitnya mengelupas, sehingga wajahnya sulit dikenali. Ia hanya mengenakan celana pendek warna oranye dan bertelanjang dada. Diperkirakan korban berusia antara 35-40 tahun, berambut gondrong, dan berjambang. Juga ditemukan bekas gambar tato di kedua lengannya sampai ke dada. Namun karena jasad sudah terlalu lama di air, gambar tato itu sudah mulai mengelupas dan tidak begitu jelas.

Informasi yang dihimpun, jasad pria itu ditemukan oleh Partoyo (31) dan Alex (36), keduanya warga Dukuh Ngelo, Desa Jatimulyo, Mantingan, Ngawi, yang tengah mencari ikan dengan perahu di aliran Bengawan Solo. Sesampai di wilayah Bolo, mendadak pandangan mereka terusik oleh sesosok mayat dengan tangan di atas. Mayat itu tersangkut di antara rumpun bambu di tengah sungai. “Begitu saya dekati, ternyata benda itu mayat. Akhirnya saya lapor ke warga. Kondisinya sudah kembung dan baunya menyengat,” papar Partoyo kepada aparat.

Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi melalui Kapolsek Sambungmacan, AKP Agus Taruna mengatakan sesaat setelah mendapat laporan, jajaran Polsek bersama Polres langsung melakukan evakuasi. Selanjutnya, jasad itu dikirim ke Labfor UNS untuk dilakukan otopsi.

Petugas juga tidak menemukan identitas apapun di tubuh korban. Diperkirakan mayat itu sudah berada di air lebih dari dua hari. Hasil penyebaran informasi yang dilakukan, sejauh ini pihaknya memastikan jasad tersebut bukan warga Sragen, dan kemungkinan besar mayat itu berasal dari arah hulu, Karanganyar atau sekitar Solo.

Kasubag Humas, AKP Sri Wahyuni membenarkan jika ada luka sobek di dada mayat yang diperkirakan akibat tusukan benda tajam. Namun, untuk memastikan apakah ada unsur kekerasan atau penganiayaan, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari Labfor UNS. “Nanti hasil otopsinya bagaimana, kita tunggu saja. Setelah hasil otopsi keluar baru kami sebar luaskan ke masyarakat,” terangnya. Wardoyo