Mayat Wanita Bertato Gegerkan Baki

Mayat Wanita Bertato Gegerkan Baki

2981
TANPA BUSANA-Kondisi mayat perempuan saat kali pertama ditemukan warga di area persawahan di Dukuh Jetis RT 1 RW VII, Menuran, Baki, Sukoharjo, Senin (11/2). Dokumentasi warga 

SUKOHARJO-Warga Dukuh Jetis, Desa Menuran, Kecamatan Baki, Sukoharjo digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di area persawahan, Senin (11/2). Dugaan kuat, mayat tersebut adalah korban pembunuhan. Polisi masih menyelidiki peristiwa ini.

Informasi yang dihimpun Joglosemar di lokasi kejadian menyebutkan, mayat pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB membujur di tengah parit. Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dan setengah telanjang. Mengetahui ada mayat, warga langsung melapor ke Polsek Baki.

Salah seorang saksi mata, Sriyono mengatakan, ketika mendekati korban, posisinya masih tengkurap. “Mayatnya setengah telanjang. Hanya pinggang ke atas yang mengenakan baju. Dia mengenakan bra, tapi bagian bawah tidak tertutupi oleh baju,” kata pria yang pertama kali menemukan mayat tersebut, Senin (11/2).

Di dekat mayat ditemukan baju dan celana jin. Oleh warga, mayat itu kemudian ditutupi dengan tikar. Diduga, mayat bertato di sejumlah bagian tubuhnya itu adalah korban pembunuhan. Jam tangan masih melekat di tangannya. Sedang dokumen identitas tak ditemukan.

Di sejumlah bagian tubuhnya ada tato, di lengan kiri ada tato bertuliskan “firman”, di lengan kanan tato bertuliskan  “dian”.  Lalu di bagian leher belakang ada gambar bintang dan di kaki bawah ada gambar bunga.

Setelah mendapat laporan, petugas dari Polsek Baki dan petugas dari Polres Sukoharjo mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dalam pemeriksaan awal, korban tidak membawa kartu identitas apapun.

Bidan desa, Ratna Siti Salamah mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara korban diperkirakan hamil lima bulan. Di tubuh korban ditemukan ada pendarahan di kemaluannya. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pendarahan itu.

Kapolsek Baki, AKP Misran mengatakan, dari tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Karena itulah, belum bisa menyimpulkan bagaimana penyebab kematian sang korban. “Guna penyelidikan lebih lanjut, mayatnya kami bawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi,” ujar dia.

Identitas mayat baru terungkap sore hari ketika ada teman korban yang melapor ke Polsek Baki. Korban diketahui bernama Diana Oktaviana (17) anak ke enam dari tujuh bersaudara putri pasangan Sugiwati (50) dan Heri Parasetyo (55) yang tinggal di Petoran RT 01 RW IX, Jebres, Solo.

Terungkapnya identitas mayat tersebut diungkapkan Isminingsih (32), tante korban. Saat itu Ismi diberitahu anaknya kalau ada penemuan mayat dengan ciri-ciri mirip keponakannya. Karena yakin korban adalah keponakannya, akhirnya ia pun memberikan kabar kepada orang tua korban.

“Saya tahu informasi itu dari anak saya setelah buka BBM (Blackberry messenger) mas, saat itu jelas, wajah dan tato yang berada d itangan korban itu adalah ciri-ciri dari keponakan saya,” imbuh Ismi.

Diana sehari-hari bekerja sebagai freelance public relations (purel). Sebelumnya korban bekerja di sebuah produk kecantikan.

Ismi menambahkan, keponakannya itu dikenal sebagai orang yang periang. Ia mempunyai suami bernama Firman (20) warga Carikan, Sukoharjo, serta sudah mempunyai anak seorang putri yang masih berusia tujuh bulan dan diasuh ibunya. Sehari-hari, korban tinggal di sebuah indekos di daerah Jajar, Laweyan.

Sementara itu, adik korban yakni Mitha (7) saat ditemui wartawan mengatakan, kakak kandungnya itu, Minggu (10/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB sempat balik ke rumah sendirian dan menjenguk anaknya yang diasuh oleh ibu korban. Namun tak lama kemudian, sekitar setengah jam, korban kembali pergi dengan alasan pulang ke kos. (Murniati | Tri Idayati | Rudy Hartono)

Baca Juga :  Proyek Sanitasi Sekolah Denjot: 60 Persen Toilet SD Belum Memadai
BAGIKAN