Mediasi Manajemen-Buruh Plastik Batal

Mediasi Manajemen-Buruh Plastik Batal

306
MEDIASI DITUNDA – Sejumlah buruh ex Pabrik Plastik (PP) Gunung kembali menggelar aksi di kantor DPRD Solo, Senin (11/2). Mediasi antara Pabrik Plastik (PP) Gunung dengan buruh, Senin (11/2) dibatalkan lantaran kurangnya masalah surat administrasi bagi pendamping dari DPP SBSI 1992 Jawa Tengah yang menjadi advokasi buruh dalam mediasi yang difasilitasi Komisi IV DPRD Solo. Joglosemar/Abdullah Azzam

KARANGASEM-Mediasi antara manajemen Pabrik Plastik (PP) Gunung dengan buruhnya, batal  Senin (11/2). Penyebabnya, karena masalah administrasi dari pendamping para buruh.

Sedianya mediasi itu difasilitasi Komisi IV DPRD Solo. Perwakilan perusahaan PP Gunung, sebelumnya,  mempertanyakan kedatangan Ketua Bidang Konsolidasi dan Advokasi DPP SBSI 1992 Jawa Tengah, Suharno dalam forum itu.

Apalagi tidak adanya surat tugas dari DPP SBSI 1992 Jawa Tengah untuk mendampingi buruh. Kalau pun bisa ikut dalam forum mediasi, Suharno dianggap tidak punya hak suara. Masalah itu memicu adu argumentasi, sehingga proses mediasi ditunda sampai masalah administrasi pendamping buruh selesai.

Para buruh akhirnya menyepakati mediasi ini ditunda, Rabu (13/2) besok. ”Sesuai kesepakatan, mediasi ini ditunda, guna melengkapi administrasi pendamping buruh,” ujar pimpinan sidang mediasi dari Komisi IV DPRD Solo, Paulus Haryoto, Senin (11/2).

Baca Juga :  Seribuan Guru SD dan SMP di Solo Jalani Tes Urine

Bagian HRD dan Eksternal PP Gunung, Wirawan Eko Sapto, mengaku bingung adanya mediasi itu. Karena, perusahaan itu tidak terjadi apa-apa. Bahkan, PHK pun tidak terjadi. ”Kami terus terang bingung saat diundang untuk mediasi ini. Sebenarnya ada masalah apa?,” terangnya.

Pihaknya menyangkal, pemindahan para buruh itu tidak dikomunikasikan terlebih dahulu dengan buruh. Bahkan hak-hak para buruh, katanya, tetap dipenuhi sesuai masa kerja mereka. ”Awalnya ini tidak ada masalah. Tapi kok sekarang malah ramai. Mungkin ada yang memana-manasi masalah ini, saya tegaskan tidak ada PHK,” ucapnya.

Baca Juga :  Ini Kisah Pelatih Paskibraka, Belajar dari Buku, Tegas Terapkan Kedisiplinan

Perpindahan para buruh ke CV Sahabat Abadi dilakukan untuk memberikan suasana yang lebih baik bagi mereka. Dia mengklaim proses itu sudah dilaporkan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo maupun Karanganyar.  ”Sebenarnya tuntutan mereka itu salah alamat, karena sudah menjadi hak CV Sahabat Abadi. Harusnya disampaikan ke sana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Konsolidasi dan Advokasi DPP SBSI 1992 Jawa Tengah, Suharno, siap melengkapi administrasi sesuai yang diminta DPRD. ”Kami akan melengkapinya, agar Rabu bisa membahas mediasi lagi. Kami siap membantu dan mendampingi buruh,” imbuh dia. Ari Welianto

BAGIKAN