Menikmati Keindahan Pantai Karang Payung Wonogiri

Menikmati Keindahan Pantai Karang Payung Wonogiri

2396
Pantai Karang Payung Wonogiri

Masih Perawan, Akan Dijadikan Seperti Bali

Satu lagi potensi wisata alam berupa pantai belum digarap di Kabupaten Wonogiri. Warga setempat menyebutnya sebagai Pantai Karang Payung, yang berada di Desa Gunturharjo, Paranggupito, Wonogiri. Pantai ini tepatnya berada di sisi barat Pantai Waru, bakal dibuatnya pelabuhan.

Dari Wonogiri kota, pengunjung harus menempuh sekitar 40 menit dengan sepeda motor. Lalu dilanjutkan berjalan kaki sekitar 15 menit ke lokasi. Saat Joglosemar menyambangi tempat ini, Sabtu (2/2) pekan lalu, langsung terlintas di benak bahwa kondisi alam di sana tidak cocok untuk wisata keluarga. Hal ini karena kondisi lingkungan yang masih perawan, nyaris belum terjamah penataan sehingga lebih cocok untuk wisata alam bagi yang hobi jelajah alam.

Saat berjalan kaki sekitar 200 meter, kita harus menyisir tebing dan batuan karang terjal. Tak ada jalan setapak. Waktu 15 menit perjalanan ditemani deburan ombak yang menerpa batuan karang.

Baca Juga :  Lomba Kreatif IPB-Nguter di Wonogiri, Moncerkan Potensi Jamu dan Pangan Lokal

Karang Payung, nama itu sepertinya datang dari satu gua dangkal berukuran sekitar sepuluh meter. Dari dalam gua, ketika melihat ke arah selatan akan tampak hamparan batuan karang dengan latar belakang lautan lepas. Tidak hanya batuan karang, tumpukan batu besar juga berada di sisi sebelah timur. Satu titik juga terdiri dari pasir putih. Tidak luas, hanya sekitar lima langkah saja.

Yang perlu diperhatikan, ada dua sisi pantai di sini. Kedua pantai itu hanya terpisahkan deburan ombak. Begitu ombak surut, segera saja berlari menuju sisi barat. Tidak perlu takut terhempas ombak, karena jarak yang harus diseberangi hanya sekitar empat meter.

Lalu ada apakah di sisi utara atau daratan? Semua berupa tebing dengan ketinggian antara sepuluh hingga lebih dari 30 meter. Tidak ada jalan menuju darat secara langsung selain menyisir tebing dan batuan karang yang tak ubahnya jembatan. Langkah dituntun tumpukan-tumpukan batu karang.

Baca Juga :  Bersenggolan Dengan Truk Dump, Mahasiswa Tewas di Jalur Ngadirojo-Purwantoro

Kepala Dusun (Kadus) Guntur, Widi Hartono yang sering datang ke tempat ini mengatakan jika pelabuhan Waru jadi dibuat, maka secara otomatis jalur menuju pantai ini akan terbuka. Tidak seperti saat ini. Rencananya, dalam waktu dekat pihak desa bakal menggarap pantai ini untuk wisata. “Sangat potensial untuk wisata. Buat saja seperti di Bali. Taruh payung-payung peneduh di sana. Pasti ramai,” kata dia.

Kepala Desa (Kades) Gunturharjo, Suyadi menambahkan, letak Pantai Karang Payung  yang tidak jauh dari Pantai Nampu, bisa menjadi pilihan wisata bagi masyarakat. “Rencananya, seperti Pantai Nampu akan dikelola desa. Akses ke sana hanya menyisir tebing dan batuan karang. Tapi sepadan dengan keindahan alamnya,” jelas dia.

Setelah puas menikmati keindahan pantai, pengunjung bisa mampir ke rumah warga untuk melihat langsung proses pengolahan gula merah.

Eko Sudarsono

 

 

BAGIKAN