JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Menkes: Tak Ada Larangan Tanam Tembakau

Menkes: Tak Ada Larangan Tanam Tembakau

288
BAGIKAN
Nafsiah Mboi

JEBRES- Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, menegaskan, pemerintah dalam aturan terbaru tidak melarang penanaman tembakau oleh petani.

Menurutnya, para petani sebaiknya memahami esensi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Zat Adiktif berupa Tembakau, terlebih dulu. ”PP tersebut mengatur tentang aturan zat adiktif serta racun yang terdapat dalam rokok,” katanya, Kamis(31/1).

“Mungjin mereka (petani tembakau) tidak baca PP-nya. Dalam PP jelas tidak ada larangan tanam tembakau. Tidak ada larangan memproduksi rokok,” katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan Joglosemar, ribuan petani tembakau menggelar aksi demo besar-besaran di kantor Pemkab Boyolali. Mereka menuntut pencabutan PP 109 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Tembakau. Aksi  6.000 lebih petani tembakau di bawah naungan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Boyolali bahkan nyaris ricuh karena petani membakar tembakau rajangan tepat di depan gerbang kantor Pemkab.

Menkes menerangkan, PP tersebut hanya mengatur tentang zat adiktif yang terkandung dalam rokok dan racun-racunnya. Hal itu, agar perokok terhindar dari bahaya buruk zat racun dalam rokok yang mampu menyebabkan stroke, serangan jantung, dan berbagai penyakit kanker.

”Kita ingin lindungi dari itu. Bukan kami melarang petani tanam tembakau. Tidak ada larangan apa pun bagi petani untuk menanam tembakau,” tegasnya. Menkes menjelaskan, zat adiktif yang diatur dalam Peraturan Pemerintah hanya pada jenis Narkotika, minuman keras (Miras) maupun alkohol.

Sementara zat adiktif yang ada di dalam rokok sama sekali belum ada aturan yang mengatur masalah tersebut. Dirinya menjelaskan, saat ini sebagian besar perusahaan rokok di Tanah Air lebih banyak mengimpor tembakau dari pada mengambil milik petani lokal.

Menurutnya tembakau impor didatangkan dari Brazil.  ”Oleh karena itu kita justru ingin meningkatkan cukai untuk tembakau impor supaya  petani kita tidak mendapatkan harga yang rendah,”ucapnya. Menkes mengimbau petani tembakau bisa beralih tanam ke tanaman lain.

Dia mencontohkan petani di Tawangmangu, Karanganyar, beralih menanam tanaman obat maupun tanaman kopi. Menurutnya, penghasilan dari tanaman obat jauh lebih besar dibandingkan dengan tanaman tembakau.

”Kami imbaulah bisa seperti petani di Karanganyar. Ternyata pendapatannya juga lebih besar. Sekali lagi, PP tidak ada larangan petani tanam tembakau, untuk beralih ke tanaman obat kami hanya mengimbau,” katanya. Ronald Seger Prabowo