Muncul Dua Wakil Pabrik, Mediasi Buruh Plastik Batal

Muncul Dua Wakil Pabrik, Mediasi Buruh Plastik Batal

294
MENEMUKAN TITIK TERANG – Sejumlah buruh Pabrik Plastik (PP) Gunung bergembira setelah ada jaminan dari pengusaha untuk mengembalikan mereka ke pabrik tersebut setelah menjalani mediasi di kantor DPRD Kota Solo, Rabu (13/2). Joglosemar/Abdullah Azzam

KARANGASEM-Mediasi masalah buruh dan manajemen pabrik plastik (PP) Gunung kembali ditunda. Penyebanya, muncul dua perwakilan yang mengaku mendapat kuasa dari pemilik perusahaan untuk hadir dalam mediasi itu.

Kedua perwakilan itu, sama-sama ngotot mengaku perwakilan yang sah dari perusahaan. Sehingga Komisi IV DPRD sebagai mediator memutuskan tidak bisa melanjutkan mediasi. Dewan menyarankan, perusahaan minta masukan ke Bagian Hukum Pemkot dan Dinsosnakertrans.

Bagian HRD dan eksternal PP Gunung, Wirawan Eko Sapto, mengaku dapat kuasa dari Direktur PP Gunung, Ira Demasto untuk mengurusi masalah itu. Sedangkan Suharsono, juga mengaku mendapat perintah resmi dari Handi Sumampow yang diminta untuk mengelola PP Gunung dari Direktur Ira Demasto dan Pengawas Heri Sumampow.

”Mediasi ini lebih baik ditunda dulu sampai jelas siapa yang mewakili perusahaan. Saya yang sejak awal ikut dalam mediasi ini, tapi kok ini ada perwakilan yang mengaku diutus perusahaan,” ujar HRD dan eksternal PP Gunung, Wirawan Eko Sapto, Rabu (13/2).

Menurutnya, 24 buruh itu, tidak bisa dikembalikan lagi ke PP Gunung. Karena sejak Januari 2011 lalu mereka sudah didaftarkan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Dinsosnakertrans) Karanganyar. ”Kan hak-hak mereka masih memikat seperti masa kerja pun tetap dihitung dari awal masuk mereka di PP Gunung. Ini sudah memenuhi mekanisme yang ada,” katanya.

Suharsono, mengatakan, yang menjadi pengurus pabrik, sesuai AD/ART itu ada dua. Yaitu, Ira Demasto sebagai Direktur dan Hery Sumampow sebagai pengawas. Keduanya pun menyerahkan perusahaan itu  ke Hendi Sumampow. ”Dan saya diminta resmi dari keduanya itu,” katanya.

Pihaknya menjamin, buruh yang dipindahkan ke CV Sahabat Abadi akan dikembalikan ke PP Gunung. Hak-haknya pun tetap akan terpenuhi. ”Kami menjamin 24 orang yang sudah dipindahkan ke CV Sahabat Abadi akan dikembalikan ke PP Gunung,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPRD Solo, Paulus Haryoto, menyatakan,  mediasi ini kembali ditunda, sampai ada ada kejelasan siapa wakil mediasi dari perusahaan yang sah. ”Kita bersama Bagian Hukum Pemkot dan Dinsosnakertrans akan menindak lanjuti dengan memanggil pemilik PP Gunung. Serta jaminan dari Pak Suharsono. Kalau bisa lisan atau tertulis tentang nasib buruh itu,” paparnya.

Sementara itu Kabid Konsolidasi dan Advokasi DPD SBSI ’92 Jateng, Suharno, mengatakan, meski belum ada kepastian, tapi sudah ada titik terang nasib buruh. ”Kami lebih percaya Suharsono sebagai perwakilan pengusaha. Dia mendapat kuasa dari orang yang sudah diberikan kuasa oleh dua pemilik perusahaan itu,” katanya. Ari Welianto

BAGIKAN