JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Museum Keris Bakal Gusur Mes Persis

Museum Keris Bakal Gusur Mes Persis

293
BAGIKAN

 LAWEYAN-Rencana proyek pembangunan Museum Keris di lahan Hak Pakai (HP) 26 Pemerintah Kota (Pemkot) Solo jalan terus. Proyek tersebut akan menggusur dua bangunan di lahan HP 26, salah satunya Mes Persis.

Walikota Solo

Pembuatan detail engineering design (DED) segera dilelang. Kendati demikian, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy), belum bisa memastikan kapan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dari Pemerintah Pusat akan turun. Proyek itu dapat bantuan dari Kemendikbud Rp 10 miliar.

Rudy optimistis, dana itu cepat turun. ”Kami optimistis, proyek Museum Keris itu bisa terealisasi tahun ini,” katanya, kepada Joglosemar, saat ditemui di kawasan Stadion Manahan, Jumat (15/2).

”Kita akan lelangkan DED-nya, nanti kalau dananya sudah turun baru kita lelangkan untuk pengerjaan fisiknya,” katanya lagi. Walikota mengklaim adanya bangunan yang akan tergusur oleh proyek Museum Keris, yang salah satunya Mes Persis Solo, tidak masalah.

“Ya nanti kalau akan ada pengerjaan bangunan, kita robohkan. Kurang lebih ada dua bangunan,” kata Rudy. Sikap optimistis suksesnya pembangunan Museum Keris juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Widdi Srihanto.

Widdi memprediksi dana bantuan Pusat untuk Museum Keris itu, akan turun sebelum pertengahan tahun. Bahkan, pengerjaan Museum Keris itu, katanya, tak utuh waktu lama. “Untuk pengerjaan bangunan museum itu tiga bulan cukup. Kalau kemungkinannya tidak sampai akhir tahun dana tersebut sudah turun,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas tata Ruang Kota (DTRK) Solo, Ahyani, mengatakan, proyek itu akan dijalankan dalam dua tahap. Dana bantuan Rp 10 miliar dari Kemendikbud, diperkirakan habis untuk pembangunan tahap pertama.

Kata Ahyani, DED yang dilelang Februari ini nilainya Rp100 juta. Untuk proyek tahap kedua, Pemkot berusaha menjajaki kembali bantuan Pemerintah Pusat. Kabid Cagar Budaya DTRK, Mufti Raharjo menambahkan, desain Museum Keris mutlak berstandar internasional. Untuk itu, setiap tahapan proyek itu diawasi ketat.

Ari Purnomo | Muhammad Ismail