JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Nabi Palsu Buat Masyarakat Resah Akan Diajak Dialog

Nabi Palsu Buat Masyarakat Resah Akan Diajak Dialog

518
AKBP Nazirwan Adji Wibowo Kapolres Karanganyar

KARANGANYAR–Teka-teki keberadaan nabi palsu asal Desa Karangbangun, Matesih yang sempat meresahkan warga bakal terjawab. Pasalnya, Forum Mediasi Karanganyar (FMK) telah mengagendakan pertemuan dengan oknum nabi palsu tersebut di Masjid Agung Karanganyar pada Jumat (15/2) besok.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo mengatakan pertemuan yang akan digelar tersebut merupakan tindak lanjut dari penelusuran yang dilakukan oleh FMK beberapa waktu lalu. “Forum (FMK) telah melakukan penelusuran. Nanti ia akan diundang untuk menyampaikan klarifikasi,” jelas Adji, Rabu (13/2).

Adji menerangkan, bahwa dalam pertemuan tersebut, FKM ingin mendengar lebih jelas mengenai seluk beluk keberadaan dari oknum yang mengaku nabi palsu. Oknum nabi palsu tersebut juga akan dipertemukan dengan sejumlah tokoh dan ulama dari Karanganyar. Ia juga bakal diminta untuk menerangkan secara gamblang ajaran dan keyakinan yang dianutnya selama ini. “Ya seputar aliran ajaran tersebut, seperti pengakuannya sebagai nabi dan ada atau tidaknya penyimpangan akidah,” jelasnya.

Keberadaan oknum nabi palsu tersebut memang telah menjadi pembahasan dan penyelidikan oleh FKM sejak dua pekan terakhir. FKM sendiri terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Dewan Masjid, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Karanganyar. “Inti pertemuan nanti adalah penyelesaian dan pengambilan keputusan terbaik atas masalah tersebut. Sebab masalah ini sudah cukup lama, dan pencetusnya sendiri telah meninggal dunia,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Adji berjanji akan hadir dengan dukungan pengamanan. Ia juga bakal menghormati keputusan yang bakal diambil oleh FMK nantinya. “Apa yang menjadi pembahasan sebelumnya tidak perlu saya detailkan lagi, yang penting respons dari yang bersangkutan atas undangan pertemuan ini nanti seperti apa,” ujarnya.

Adapun dampak sosial yang disebabkan oleh keberadaan oknum nabi palsu tersebut, Adji menjelaskan sudah bertemu dengan sejumlah saksi dari keluarga dekat maupun yang bersangkutan langsung. “Kami telah menginstruksikan kepada Kapolsek didampingi Danramil setempat untuk bertemu dengan yang bersangkutan. Dari sana didapatkan sebuah kitab ajaran yang dijadikan pedoman selama ini. Namun diminta untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai akidahnya, mereka masih tertutup,” jelas Adji.

Muhammad Ikhsan

 

BAGIKAN