JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Narkoba di LP Dipesan Via SMS

Narkoba di LP Dipesan Via SMS

452
BAGIKAN

Modus Transaksi dengan Menggendong Bayi

Penangkapan Kurir Sabu
Penangkapan Kurir Sabu

SRAGEN—Petugas sipir LP Kelas II A Sragen, Pudi Widodo (37) mengungkapkan tiga paket sabu yang dibawanya merupakan pesanan salah satu napi penghuni Blok D, LP Sragen bernama Budi. Sementara, berkat pengembangan intensif, jajaran Polres Sragen berhasil mengungkap modus baru peredaran narkoba yang pelakunya menyamar dengan menggendong bayi.

Hal itu terkuak ketika Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi beserta jajarannya menggelar keberhasilan penangkapan tiga tersangka narkoba di Mapolres, Rabu (20/2). Saat diinterogasi, Pudi, sipir yang sudah 12 tahun menjadi pegawai LP Sragen, menuturkan tiga paket sabu yang dibawanya Senin (18/2) petang, merupakan pesanan salah satu napi penghuni blok narkoba LP Sragen, bernama Budi. Pesanan itu disampaikan lewat pesan singkat melalui handphone.

Namun, ia mengaku hanya disuruh untuk mengambil barang di bawah pohon talok, di dekat rumahnya di Kampung Tegungan Kidul RT 4 RW III, Plumbungan, Karangmalang. Setelah diambil, sabu itu diminta dibawa ke LP untuk memenuhi pesanan sesama napi kolega Budi bernama Jarot. “Pesannya lewat SMS. Sebenarnya saya sudah menolak tapi dia (Budi) mepet terus. Saya juga belum dikasih uang, dia juga belum ngomong upah saya berapa,” ujarnya kepada Joglosemar.

Sementara, dua tersangka pengguna sabu yang sama-sama berprofesi pengemudi angkudes, Condro Ruhono (35), warga Dukuh Kedu RT 8, Desa Banyurip, Jenar, dan Murdoyo (57) alias Jenjet pengemudi asal Gilis RT 2, Katelan, Tangen, mengaku memang sudah lama saling kenal dan sering bertransaksi.

Condro mengaku biasa membeli sabu dari Murdoko seharga Rp 200.000-Rp 300.000 untuk dua kali pakai. Sementara, Murdoko mengaku mendapat pasokan dari seseorang bernama Heru di Solo dengan harga sekali kulakan Rp 800.000, kemudian dijual per paket kecil dan sebagian digunakannya sendiri.

Hanya saja, modus transaksi antara Murdoko dan Condro ini sedikit unik. Di mana, tiap mengantar barang, Murdoko selalu menyamar dengan menggendong bayi, sehingga seolah-olah kelihatan tengah mengasuh cucunya. Modus inilah yang oleh Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi dianggap sebagai modus baru untuk mengelabui aparat.

“Untuk Condro dikenakan pasal pemakai dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp 8 miliar. Sedang Murdoko dan petugas sipir LP kami terapkan pasal pengedar dan menyediakan narkoba dengan ancaman maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 8 miliar,” papar Kapolres didampingi Wakapolres, Kompol Hartolo. Wardoyo