Nelayan Lobster Banyak Kehilangan Krendhet

Nelayan Lobster Banyak Kehilangan Krendhet

331
ilustrasi
ilustrasi

WONOGIRI-Akibat tingginya gelombang, banyak nelayan kehilangan krendhet atau jaring penangkap lobster. Kerugian yang mereka derita pun makin bertambah, karena belum lama ini mereka berhenti mencari lobster, yang juga akibat tingginya gelombang laut.

“Satu nelayan rata-rata memiliki 10 krendhet. Sejak 10 hari ini gelombang besar datang lagi. Mayoritas rusak semua karena begitu krendhet dilempar dan lobster terjerat, ombak besar menyulitkan penarikan krendhet. Sering kali malah rusak karena tersangkut batu karang,” jelas

Ketua Koperasi Nelayan Parang Bahari Kecamatan Paranggupito, Sucipto, Minggu (25/2).

Karena lama tersangkut itu pula, banyak lobster yang sudah tertangkap justru dimakan ikan. Hasilnya, nelayan tidak mendapat lobster dan alat menjadi rusak.

“Memperbaiki tidak mahal hanya saja kalau sering rusak mengganggu aktivitas. Apalagi kegiatan itu untuk mencari modal. Musim hujan musim lobster. Satu alat paling habis Rp 7.500. Tali untuk melempar yang biasanya butuh banyak karena krendhet dilempar dari atas tebing,” lanjutnya.

Ia mengatakan saat ini sebanyak 54 warga terdata menjadi anggota koperasi, jika ditotal dengan mereka yang tidak aktif ada sekitar 100 lebih nelayan lobster yang mengandalkan krendhet.

Dikatakan pula, meski belum pasti, masalah permodalan itu telah ada satu bank yang menawarkan bantuan modal. Namun saat ini masih tahap pendataan. “Harga jual losbter antara Rp 200.000 sampai Rp 250.000 per kilogram. Pinjaman modal tadi semoga bisa luwes bagi nelayan,” pungkasnya. Eko Sudarsono

BAGIKAN