JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ngonthel dari Sawah, Petani Hangus Disambar Petir

Ngonthel dari Sawah, Petani Hangus Disambar Petir

449
BAGIKAN

Satu dua kali sambaran petir pertama, korban berhasil lolos, namun sambaran terakhir yang paling besar tepat mengenai tubuh korban. Korban langsung jatuh terkapar dengan kondisi penutup kepala hancur.

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Hujan deras yang mengguyur kawasan Sragen barat kemarin kembali menelan korban. Seorang petani, Muchdi (50), warga Dukuh Kedungdowo, RT 7, Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen tewas mengenaskan akibat tersambar petir di jalan Dukuh Bibis, Hadiluwih, Kamis (28/2) pukul 14.30 WIB.

Korban tersambar petir saat tengah dalam perjalanan pulang dari sawah. Korban langsung meninggal di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan. Penutup kepalanya hancur dan sekujur tubuhnya mengalami luka bakar, mulai dari kepala hingga pantatnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, siang itu korban berniat pulang dari sawah karena hujan deras. Meski hujan disertai petir menyambar, korban yang sudah terlanjur basah kuyup memilih nekat mengayuh sepeda onthel-nya dengan harapan segera sampai di rumah.

Nahas, sesampai di jalan Dukuh Bibis yang sangat terbuka, mendadak petir berkali-kali terdengar menggelegar. Satu dua kali sambaran pertama korban berhasil lolos, namun sambaran terakhir yang paling besar tepat mengenai tubuh korban.

Begitu dihantam petir, korban langsung jatuh terkapar dengan kondisi penutup kepala hancur. Saat kejadian berlangsung diketahui oleh Pariyo (48), tetangga korban yang kebetulan juga tengah berniat pulang dari sawah. Mendapati korban terkapar, ia langsung berteriak minta pertolongan warga. “Kebetulan pas petir paling besar nyambar, saya amati tepat kena Pak Muchdi. Setelah itu kok langsung jatuh terpental, akhirnya saya lari mendekati. Kemudian kami lapor aparat,” papar Pariyo.

Kapolsek Sumberlawang, AKP Giyanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya sesaat selepas mendapat laporan, tim Polsek langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban. Korban selanjutnya dibawa ke puskesmas untuk dilakukan visum. Dari hasil olah TKP, kematian korban memang karena terkena sambaran petir saat dalam perjalanan ngonthel dari sawah.

Sementara, Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi mengimbau agar masyarakat sebisa mungkin menghentikan semua aktivitas di ruang terbuka saat terjadi hujan deras disertai petir. Kemudian, untuk petani yang ada di sawah juga diimbau segera mencari perlindungan yang aman, selain di bawah pohon. “Atau untuk lebih amannya, sekiranya sudah ada tanda-tanda mendung atau gerimis, lebih baik segera pulang. Jangan menunggu sampai hujan deras,” tegasnya. Wardoyo