Nyapres, Jokowi Tak Etis

Nyapres, Jokowi Tak Etis

334
Jokowi
Jokowi

JAKARTA-Popularitas Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), terus naik menjelang Pemilu 2014. Dari sejumlah survei, nama mantan Walikota Solo menduduki peringkat pertama. Sejumlah kalangan memprediksi Jokowi menjadi bintang sebenarnya di Pilpres 2014, mendatang.

“Figur baru yang ada di antara nama-nama itu, hanya Jokowi. Sungguh popularitas naik,” kata Burhanuddin Muhtadi saat meluncurkan buku karyanya yang berjudul Perang Bintang 2014, di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jalan Djuanda, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (21/2).

Menurutnya, bintang-bintang yang berperang saat ini adalah Jokowi, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Sri Mulyani, Megawati, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Wiranto dan Endriartono Sutarto.

Naiknya popularitas Jokowi, menurutnya tak lepas dari peran media. “Media harus bertanggung jawab agar pemilih tak hanya memilih berdasarkan popularitas, tapi juga kualitas,” tuturnya.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, melihat perpolitikan tanah air mulai menghangat. Dia yakin bintang-bintang lain akan mulai bersinar menuju Pilpres 2014.

“Kan bintang itu terlihat saat langit sedang terang,” katanya.

Di dalam acara ini hadir pula Mahfud MD, Jusuf Kalla, dan Endiartono Sutarto. Ketiganya merupakan ‘bintang’ yang dimaksud dalam buku tersebut.

Burhanuddin Jokowi tak memikirkan Pilpres 2014. Namun fokus membenahi Jakarta terlebih dahulu.

“Jokowi masih punya PR besar terkait janji-janjinya di Jakarta. Lagi pula saat maju Pilgub kemarin kan dia juga belum menuntaskan mandat warga Solo,” kata Burhan.

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Kata Burhan, Jokowi tak seharusnya mengikuti arus hasil survei belakangan ini. Meskipun elektabilitasnya Jokowi menempati kandidat Capres paling potensial. “Secara etika tidak benar kalau dia maju Pilpres 2014. Tapi kalau dia mengikuti arus survei yang beredar dan maju Pilpres 2014 tetap saja secara etika tidak dibenarkan,” katanya.

Meskipun Burhan juga belum melihat kendaraan politik apa yang akan dipakai Jokowi jika maju Pilpres 2014. Karena PDIP kemungkinan masih ada opsi mencapreskan Megawati Soekarnoputri.

“Tapi tergantung itu nanti kendaraan politiknya seperti apa,” kata dia.

Jokowi memang memuncaki sejumlah survei Capres terkini. Namun Jokowi telah menegaskan dirinya tak memikirkan Pilpres 2014.

Sementara itu, Parpol dan Capres diibaratkan sebagai grup band serta vokalisnya. Menanggapi hal tersebut, Mahfud MD mengatakan dirinya siap menjadi penyanyi, pendamping penyanyi atau pelatih penyanyi.

“Itu kan salah satu alternatifnya. Jadi penyanyi, penyanyi pendamping atau pelatih penyanyi. Kemungkinannya kan itu. Yang pasti saya akan gunakan hak politik saya,” ujar Mahfud.

Mahfud mengaku hingga akhir November 2012 lalu, dirinya hanya “menyanyi” sendirian. Baru setelah Burhanudin membuat riset dan namanya muncul, Mahfud pun berani membuka diri.

Menurutnya, untuk menjadi presiden, ada tiga hal yang harus terpenuhi yakni kualitas diri, dukungan rakyat, dan dukungan politik. “Kalau tidak berkualitas ya tahu diri, termasuk saya. Sekarang banyak orang ingin jadi presiden tapi tidak bisa. Sebenarnya bisa tapi nggak mau, kan ada juga,” katanya.

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Mahfud mengatakan bahwa sejumlah partai sudah mencoba mendekatinya dalam bentuk candaan-candaan. Namun untuk masalah lagu apa yang ingin dia nyanyikan, Mahfud dengan tegas mengatakan dirinya tak mau didikte. “Kalau (partai mengatakan) Anda harus begini begitu, saya nggak bisa,” kata Mahfud.

Terpisah, mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) tak memungkiri, popularitas Jokowi sedang naik daun.

“Sementara ini Jokowi sangat dihargai karena memberikan banyak harapan. Yang kedua, Jokowi harus dapat membuktikan. Inilah yang menentukan popularitasnya,” kata JK sembari tersenyum.

Untuk maju ke Pilpres 2014, lanjut JK, ada sejumlah persyaratan. Antara lain partai yang mendukung Jokowi. “Sementara Jokowi tugas utamanya membuktikan janjinya. Jangan melompat-lompat dulu,” kata JK.

Lalu kapan menurut JK waktu yang tepat bagi Jokowi untuk maju Pilpres? Apakah Pemilu 2019?

“Bukan begitu, banyak gubernur atau walikota di dunia ini yang berhasil langsung menjadi presiden. Presiden Lee yang terakhir di Korea adalah pemimpin di Seoul karena dia berhasil memperbaiki Seoul. Ahmadinejad, dia gubernur dan berhasil juga,” katanya.

“Jadi dibuktikan dulu berhasil, jangan dulu bicara ini itu, buktikan dulu. Kalau sekarang tidak ada, belum ada bukti. Itu kuncinya. Buktikan,” tandasnya. Detik

BAGIKAN