JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Operasi Amandel, Minim Pendarahan

Operasi Amandel, Minim Pendarahan

834
BAGIKAN

Teknologi Thermal Welding

ilustrasi

Amandel atau tonsil adalah dua buah kelenjar getah bening di sisi belakang tenggorokan. Amandel adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengandung sel-sel antibodi untuk menjebak dan membunuh bakteri dan virus patogen dalam perjalanan memasuki tubuh. Tetapi sebagian orang terkadang  mengalami peradangan amandel. Amandel yang mengalami peradangan ini disebut tonsilitis. Pada kondisi ini amandel menjadi bengkak, merah, melunak dan memiliki bintik-bintik putih di permukaannya. Pembengkakan ini disebabkan oleh infeksi baik virus atau bakteri.

Dokter Spesialis THT Rumah Sakit Islam (RSI) Kustati, Surakarta, Dr. Ananto Budi Wirawan, Sp.THT-KL, MSc mengatakan, karena fungsinya sebagai benteng perlawanan terhadap infeksi, amandel rawan terkena infeksi. Namun, fungsi amandel akan semakin ketika seseorang beranjak remaja, bahkan dewasa. Itulah mengapa radang amandel jarang dijumpai pada orang dewasa. “Amandel ini sebenarnya berfungsi sebagai benteng perlawanan terhadap infeksi virus. Peradangan pada amandel ini biasanya peradangan dari makanan yang tidak sehat,” katanya.

Dia menjelaskan tonsilitis karena virus bisa berlangsung lebih lama hingga hitungan minggu. Komplikasi dapat terjadi bila ada infeksi sekunder di telinga tengah atau sinus. Kemungkinan komplikasi lain dari tonsilitis adalah abses peritonsillar (quinsy). Komplikasi ini terjadi ketika sekelompok bakteri terdorong oleh pertumbuhan jaringan baru. Abses ini tidak berada di amandel lagi tapi di salah satu sisinya. Komplikasi inilah yang perlu diwaspadai.

Peradangan pada amandel atau tonsil ini memiliki beberapa gejala di antaranya, penderita akan mengalami kesulitan menelan, demam tinggi, muntah- muntah, kelelahan atau lesu, kesulitan bernafas, mendengkur, nafsu makan buruk dan akan mengalami bau mulut. “Biasanya anak yang mengalami peradangan pada amandelnya tidur tidak akan nyenyak, sehingga dia akan kesulitan menerima pelajaran di sekolahnya, jadi banyak yang bilang amandel ini bikin bodoh,” ujarnya.

Gangguan radang amandel ini juga menyebabkan sesak napas bagi penderitanya, kemudian timbul rasa nyeri saat menelan, serta rasa nyeri pada seluruh tubuh. Cara penularan radang amandel yang sudah akut melalui percikan air ludah. “Ini akibat bakteri yang dibawa makanan menempel di amandel,” katanya.

Apabila terjadi peradangan pada amandel sudah sangat mengganggu sebaiknya dilakukan bedah untuk mengangkat amandel. Menurut Ananto, operasi perlu dilakukan bila tonsilitis sering berulang atau kronis. Operasi juga perlu dilakukan apabila  tonsilitis tidak merespons pengobatan atau menyebabkan komplikasi serius. “Namun demikian, sekarang operasi jarang dilakukan dibandingkan dulu,” katanya.

Dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi, kini operasi pengangkatan amandel bisa dilakukan dengan meminimalkan pendarahan. Teknologi terbaru yang digunakan adalah dengan Thermal Welding (TW). Teknologi ini sebenarnya sudah berkembang di Amerika serikan sejak tahun 1980an, tetapi baru masuk ke Indonesia pada tahun 2007 lalu.

Dikatakannya, Thermal Welding ini bekerja dengan memanfaatkan panas. TW menghasilkan panas yang terbatas tepat di tempat yang diinginkan dan mengumpulkan protein jaringan. Hasilnya, TW bisa memotong dan mencegah pendarahan. “TW suhunya lebih rendah dan panasnya terbatas hanya pada tempat kita menempelkan alat itu,” terangnya.

Keunggulan teknologi TW adalah meminimalkan pendarahan dan trauma jaringan. TW juga bisa memotong dengan presisi yang lebih baik, sehingga benar-benar hanya tonsil yang diangkat dan tidak mengakibatkan banyak trauma di tempat perlengketannya. “Selain itu, waktu operasi dengan alat ini juga cukup singkat,” jelasnya.  Dengan alat ini, dokter tidak perlu menjahit bekas operasi dan alat kauterisasi juga tidak diperlukan. Alat ini juga mengurangi nyeri setelah operasi. Tri Sulistiyani