Padi Diserang Hama, Padi Kopong

Padi Diserang Hama, Padi Kopong

771
PADI KOPONG-Ngadimin, petani Desa Tempursari, Kecamatan Sambi menunjukkan tangkai buliran padi yang kopong, Senin (11/2). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI –Petani di Desa Tempursari, Kecamatan Sambi terancam tidak menikmati hasil panen musim tanam kali ini. Pasalnya, banyak bulir padi yang semestinya siap dipanen, namun ternyata kopong tidak berisi.

Belum diketahui  pasti penyebab bulir-bulir padi  menjadi kopong. Kondisi ini tentu saja membuat para petani susah, apalagi kebanyakan lahan merupakan sawah tadah hujan. Sehingga dalam satu tahun hanya satu kali tanam padi, tetapi ternyata saat ini diperkirakan hasil panen akan merosot drastis.  Padahal jika dilihat dari jauh padi tersebut berbiji serta batang dan daun tanaman padi terlihat hijau segar. Tidak banyak yang tahu jika bulir sudah mengering  dan tidak ada isinya.

Baca Juga :  Universitas Boyolali Bagikan Bibit Pohon Produktif

Ngadimin (58), petani setempat menyebut hama yang menyerang padinya adalah hama potong leher. Hal ini lantaran hama tersebut menyerang tepat bagian tangkai antara batang dengan buah padi. Hama tersebut membuat padi mengering dan menyebabkan bulir-bulir padi di atasnya ikut mengering dan kopong. “Batang dan daunya tampak hijau segar tetapi bulirnya kosong,” tutur dia, Senin (11/2).

Menurut dia, serangan hama ini menimpa sejumlah lahan milik petani. Lahan yang terserang dipastikan tidak akan mendapatkan hasil panen yang maksimal karena rata-rata sepertinya kopong. Padahal tanaman padi yang diserang tersebut saat ini sudah mendekati masa-masa panen.

Baca Juga :  Universitas Boyolali Bagikan Bibit Pohon Produktif

Suranto (67), petani lainnya menduga, keringnya tungkai bulir padi tersebut dikarenakan hama walang sangit.  Karena menurutnya walang sangit  akan menyerang bila padi mulai merkatak atau mulai berbuah. Antisipasinya, menurut dia harus diobati dengan disemprot supaya serangga tersebut tidak menyerang tanaman padi. “Dugaan saya itu karena walang sangit, biasanya menyesap di tangkai saat padi mulai  merkatak,” kata dia.

Namun, bagi yang terlanjur diserang menurut Ngadimin, meski sudah berulangkali diobati tetap saja banyak tangkai yang mengering. Terkait ini petani berharap supaya petugas terkait dapat memberikan solusi sehingga serangan hama dapat diantisipasi secara tepat. Ario Bhawono

BAGIKAN