JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pagelaran Keroncong 25 Jam Nonstop

Pagelaran Keroncong 25 Jam Nonstop

685
BAGIKAN
Pagelaran Keroncong menuju MURI

SOLO-Himpunan Musik Keroncong Indonesia (Hamkri) Solo mengadakan pagelaran musik keroncong selama 25 jam nonstop untuk memecahkan rekor MURI. Pagelaran yang dilangsungkan di Joglo Sriwedari dimulai Sabtu (16/2), malam dan akan berakhir, Minggu (17/2), malam. Untuk memecahkan rekor tersebut akan menampilkan 25 grup dari Solo, Sukoharjo, Karanganyar hingga Salatiga.

Ketua panitia pagelaran keroncong, Bambang Triyanto mengatakan tujuan diselenggarakan acara tersebut untuk melestarikan musik keroncong terutama bagi generasi muda. “Malaysia pernah mengklaim musik keroncong sebagai salah satu musik tradisionalnya. Melalui acara ini, kami memberi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan musik keroncong agar tetap lestari di Indonesia,” tuturnya kepada Joglosemar di sela-sela pembukaan.

Sementara itu, Ketua Hamkri Solo, Willy Tandio Wibowo mengatakan, pagelaran keroncong tersebut baru pertama kali diselenggarakan di Solo. “Acara seperti ini belum pernah ada sebelumnya di kota-kota lain. Di Solo baru kali ini diadakan sehingga kami berharap agar dapat mencetak rekor MURI dengan menyanyi keroncong 25 jam tanpa henti,” tuturnya.

Terpisah, Manajer MURI, Sri Widayati menjelaskan sistem penilaian yang diberlakukan. “Kami lebih memperhatikan pelaksanaan selama 25 jam ini. Untuk masalah lagunya bebas, yang terpenting bitnya keroncong,” ujarnya.

Kemarin, penyanyi keroncong Si Walang Kekek, Waldjinah maupun Djujuk Juwariyah atau Djujuk Srimulat, hadir. Bahkan, Djujuk datang sejak pukul 18.00 WIB, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. “Bagi saya, musik pop ataupun dangdut yang dikeroncongkan, tetap tidak mengurangi estetika musik keroncong itu,” katanya. Bernadheta Dian Saraswati