JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Panitia Pilkades Lempong Bantah Gelembungkan Suara

Panitia Pilkades Lempong Bantah Gelembungkan Suara

296
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR—Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lempong, Kecamatan Jenawi membantah segala tudingan kecurangan yang dilayangkan calon Kades, Yaqub Ardani. Yaqub sendiri menduduki peringkat kedua dalam Pilkades tersebut dengan perolehan 897 suara, sedangkan Kades terpilih Sukarno meraih 919 suara.

Ketua Panitia Pilkades Lempong, Suwardi menyatakan semua tuduhan penggelembungan suara untuk memenangkan Kades Sukarno tidak benar. “Semua telah sesuai apa adanya, tidak ada kecurangan,” ungkapnya kepada Joglosemar, Selasa (26/2).

Ia menjelaskan, pihaknya memang sempat salah saat mengumumkan jumlah suara yang hadir dalam Pilkades. Sedangkan kesalahan yang ditulis dalam berita acara terdapat pada jumlah suara yang hadir ditulis dengan jumlah suara pemilih yang sah. “Harusnya jumlah suara pemilih yang hadir itu merupakan jumlah suara sah ditambah dengan suara tidak sah. Makanya itu sempat dicoret dan diganti,” tegas Suwardi.

Suwardi mengungkapkan, total jumlah suara sah sebanyak 2.562 suara, sedangkan jumlah suara rusak atau tidak sah 81 suara. Karena saat itu jumlah suara hanya dihitung 2.562 suara dan salah, maka diganti dan dicoret dengan jumlah yang benar yakni 2.643 suara. “Hanya pada penulisan jumlahnya yang salah sebenarnya,” terangnya.

Terkait penghitungan ulang, Suwardi mengaku tidak akan melakukannya sebab hal itu sudah sesuai dengan peraturan yang ada. “Ini semua sesuai dengan aturan, tidak ada penghitungan ulang. Silakan gugat ke PTUN jika keberatan,” jelasnya.

Sementara, terkait laporan yang akan dilakukan Yaqub kepada pihak berwajib terkait dugaan penggelembungan suara, Suwardi tidak banyak berkomentar. “Itu hak Pak Yaqub jika mau melaporkan. Kami hanya bekerja sesuai aturan saja,” ujarnya.

Sejak adanya dugaan penggelembungan suara tersebut pada Jumat (22/2) lalu, kotak suara di Pilkades Lempong sudah diamankan di Mapolsek Jenawi. “Kotak suara disimpan di Polsek Jenawi demi keamanan sejak adanya dugaan kecurangan,” tambah Suwardi.

Di tempat lain, Yaqub Ardani menegaskan akan menggugat Peraturan Bupati (Perbup) No 20 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pilkades yang dianggap mengebiri hak-hak calon Kades. “Pilkades itu yang membiayai sebagian besar oleh para calon, tetapi sosialisasi kampanyenya dikekang. Namun jika ada aspirasi kecurangan tidak dihiraukan,” tegasnya. Muhammad Ikhsan