JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Papan Nama Bulusulur Bikin Malu Warga

Papan Nama Bulusulur Bikin Malu Warga

927

Diminta Cantumkan Jenis Alat KB yang Dipakai

BIKIN MALU-Warga memperlihatkan gambar papan nama yang akan dibuat dan dipasang di rumah warga Desa Bulusulur, Wonogiri, Rabu (13/2). Papan itu bikin malu warga karena harus mencantumkan jenis alat kontrasepsi yang dipakai pemilik rumah. Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Warga Bulusulur, Kecamatan Wonogiri mempersoalkan rencana pemerintah desa setempat terkait pengadaan papan nama yang akan dipasang di setiap rumah. Pasalnya, warga diminta mencantumkan jenis alat kontrasepsi yang digunakan pemilik rumah.

Warga beralasan, penggunaan jenis alat kontrasepsi hanya akan mengusik privasi pemilik rumah. Selain dinilai tak ada manfaatnya, hal itu akan membuat malu pemilik rumah jika sampai dilihat warga lainnya.

Pengamatan Joglosemar, papan nomor rumah itu selain menyediakan kolom berisi jenis alat kontrasepsi, juga berisi kolom nama kelapa keluarga (KK). Juga ada bagian bertuliskan lunas pajak PBB, juga nomor serta RT dan RW rumah.

Tulus, salah satu warga di Lingkungan Bulusari, mengatakan untuk pengadaan papan itu setiap KK hanya ditarik Rp 10.000. “Hanya saja itu tidak ada dasar hukumnya. Itu juga menjadi masalah. Dan untuk kolom alat kontrasepsi yang digunakan tentu mengusik privasi pemilik rumah. Tidak ada manfaatnya, justru bisa membuat malu pemilik rumah kalau sampai dilihat tetangga lain,” jelas Tulus, Rabu (13/2).

Menurut Tulus, jika tujuannya hanya untuk mendata satu KK sudah mengikuti program Keluarga Berencana (KB) atau belum,  tidak perlu detil mengisi kotak dengan pilihan berbagai alat kontrasepsi. Cukup dengan tanda ikut atau tidak. “Atau jika perlu hanya dicatat saja, tidak perlu dimasukkan dalam papan itu,” keluhnya.

Warga lain, Agus Hendradi mengatakan adanya petunjuk alat kontrasepsi yang dipakai itu bisa saja membuat anak bertanya-tanya maksudnya. Selai itu, jumlah anggota keluarga termasuk nama juga dikhawatirkan bisa membuka celah adanya tindak kriminalitas.

“Bisa saja saat rumah kosong dan hanya anak yang di rumah, lalu dia ditanya tamu asing, apakah bapak ini atau ibu ini ada di rumah. Lalu tamu itu beralasan memperbaiki AC atau apa lah. Jelas anak-anak tidak akan berani jika memang tamu itu berniat jahat,” jelasnya.

Kepala Desa Bulusulur, Dwi Prasetyo menjelaskan semua masih dalam tahap sosialisasi kepada warga. Papan itu muncul untuk melihat pemantauan kondisi riil masyarakat. “Untuk bagian KB itu, akan mempermudah mengatur kegiatan yang berhubungan dengan KB. Pilihan hanya ikut KB atau tidak, bisa kami kaji ulang lagi. Alat kontrasepsi kami masukkan agar lebih detil jenis kontrasepsinya,” terangnya.

Terkait penyebutan jumlah anggota keluarga serta nama, menurut Dwi  juga untuk melakukan pemantauan sosial. Justru dengan penamaan itu akan lebih aman. “Aman karena di desa ini ada lima perubahan baru yang tentu isinya juga orang-orang baru. Dengan papan itu bisa diketahui jika ada oknum yang tidak bertanggung jawab sembunyi di perumahan. Untuk kolom pembayaran PBB, setiap pemilik rumah yang sudah membayar akan ditempeli stiker,” lanjutnya.

Menurutnya, hal itu guna menghindari kecurangan. “Sudah membayar tapi tidak dicatat oleh perangkat desa dan uang masih dibawa perangkat desa. Dengan papan itu, tidak akan ada lagi seperti itu.” Eko Sudarsono

BAGIKAN