Park Geun-hye, Presiden Perempuan Pertama Korea Selatan

Park Geun-hye, Presiden Perempuan Pertama Korea Selatan

504

Korsel Fokus Penguatan Ekonomi

Sebagai presiden Republik Korea, saya akan melaksanakan kehendak rakyat dengan mencapai peremajaan ekonomi, kebahagiaan rakyat, dan mengembangkan budaya kita.” Park Geun-hye | Presiden Korea Selatan

PRESIDEN BARU-Presiden baru Korea Selatan, Park Geun-Hye dalam acara jamuan makan malam di Istana Kepresidenan Blue House di Seoul, Senin (25/2). Reuters | Kim Jae-hwan/Pool
PRESIDEN BARU-Presiden baru Korea Selatan, Park Geun-Hye dalam acara jamuan makan malam di Istana Kepresidenan Blue House di Seoul, Senin (25/2). Reuters | Kim Jae-hwan/Pool

SEOUL-Park Geun-hye resmi menjadi presiden perempuan pertama Korea Selatan, Senin (25/2). Seusai dilantik, Park  berjanji akan menguatkan perekonomian negaranya yang merosot. Dia juga memperingatkan Korea Utara (Korut) bahwa negara komunis itu akan menjadi “korban terbesar” dari program nuklirnya sendiri.

“Sebagai presiden Republik Korea, saya akan melaksanakan kehendak rakyat dengan mencapai peremajaan ekonomi, kebahagiaan rakyat, dan mengembangkan budaya kita,” kata Park dalam pidato pelantikannya di plasa Majelis Nasional. “Saya akan melakukan yang terbaik, saya akan membangun satu Republik Korea yang makmur, di mana kebahagiaan dirasakan oleh semua warga Korea,” katanya.

Park (61) adalah presiden perempuan pertama Korea Selatan dan anak pertama dari mantan presiden Park Chung-hee. Dia kembali ke istana kepresidenan Cheong Wa Dae yang dia tinggalkan dengan tangis sedih pada 34 tahun lalu setelah ayahnya, mantan Presiden Park Chung-hee dibunuh.

Park mengambil alih kepresidenan pada saat Korea Selatan sedang berjuang untuk mengendalikan kenakalan Korea Utara yang melakukan uji nuklir ketiga. Korea Utara sejauh ini merupakan masalah paling mendesak bagi Korsel.

“Saya mendesak Korea Utara untuk meninggalkan ambisi nuklirnya tanpa penundaan dan memulai jalan menuju perdamaian dan pembangunan bersama,” ujarnya. Park mengatakan dia akan berupaya untuk menumbuhkan kepercayaan antara kedua Korea. Kepercayaan dapat dibangun melalui dialog dan dengan janji saling menghormati.

Militer

Park mulai lima tahun masa jabatannya pada Minggu (24/2) tengah malam dan mengambil alih sebagai panglima angkatan bersenjata Korea Selatan. Hari pelantikannya disambut dengan perayaan bunyi lonceng Boshingak di pusat Seoul pada tengah malam. Tepat setelah jam berdentang tengah malam, Park berbicara dengan Jenderal Jung Seung-jo, ketua Kepala Staf Gabungan, melalui hotline presiden di rumah pribadinya di Samsungdong. Dia mengatakan kepada Jung untuk memastikan kesiapan militer terhadap adanya provokasi.

Popularitas Park berawal dari ayahnya yang dihormati sebagai pahlawan yang mengangkat Korea Selatan keluar dari kemiskinan setelah Perang Korea 1950-53. Selama kampanye tahun lalu, Park meminta maaf atas pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di bawah kekuasaan ayahnya.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR