JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo PDIP: Tidak Ada Suap dari Cawawali

PDIP: Tidak Ada Suap dari Cawawali

235
BAGIKAN

BALAIKOTA- Ketua DPC PDIP Solo ,FX Hadi Rudyatmo (Rudy), menegaskan, tidak ada suap ataupun deal-deal khusus antara PDIP dengan calon Wakil Walikota (Cawawali) Solo yang akan dipilih.

Sementara itu, satu nama Cawawali yang direkomendasikan DPP PDIP, belum diumumkan, Kamis(31/1).  Hadi Rudyatmo, mengatakan, nama calon yang direkomendasikan DPP itu baru diambil Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa ke Jakarta.

”Seketaris DPC masih dalam perjalanan untuk mengambil rekomendasi Cawawali ke DPP. Sehingga untuk saat ini belum dapat mengatakan hasilnya,” ujarnya, Kamis (31/1).

Ditanya, munculnya spanduk gelap yang berisi penolakan Achmad Purnomo sebagai Cawawali, Rudy berujar, hal itu wajar sebagai bentuk demokrasi. Menurutnya, semua warga bebas menyuarakan pendapatnya di media mana pun.

”Jadi, tidak perlu ada instruksi untuk menurunkan spanduk itu. Apalagi di situ juga ada yang memprakarsai siap pemasang spanduk. Nanti kita ajak biacara saja sudah cukup,” katanya.

Dia lantas menegaskan, munculnya penolakan salah satu Cawawali dari arus bawah itu, tidak ada kesepakatan apa pun dengan semua kandidat wakil walikota dengan PDIP. ”Tidak ada namanya deal-deal-an materi soal Wawali Solo. Apalagi deal-deal-an  duit dengan pengurus DPC PDIP Solo, itu tidak ada,” tegasnya.

Dia siap menelusuri pemrakarsa pemasangan spanduk yang mencatut nama Banteng itu. Menurutnya, banyak Banteng di Solo, seperti Banteng 96, Banteng Danu, Banteng Suropati, dan lainnya.

Pemasangan spanduk itu, katanya, tidak mempengaruhi keputusan partai. ”Pesan saya jauh lebih penting adalah urusan Wawali Solo ini kita serahkan ke DPP saja. Sebagai kader partai, kita berhak mengamankan hasil rekomendasi.

Kata Rudy, pengisian  kursi Wakil Walikota Solo tidak lama lagi. Setelah DPC mendapatkan nama calon yang direkomendasikan DPP, pihaknya langsung menggelar rapat. ”Tergantung hasil rekomendasi itu seperti apa. Kalau hasilnya dari DPP keluar satu nama, berarti DPC harus mengelar rapat untuk menentukan satu nama lagi yang akan dikirim ke DPRD Solo,” imbuh dia. Muhammad Ismail