JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Pekan Depan, Sidang Perkosaan Siswi SLB

Pekan Depan, Sidang Perkosaan Siswi SLB

325
BAGIKAN
ilustrasi

SUKOHARJO- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo telah melimpahkan berkas kasus dugaan pemerkosaan disertai pencabulan terhadap salah seorang siswi SLB kepada Pengadilan Negeri (PN), Jumat (8/2). Rencananya, sidang perdana akan dilakukan secara tertutup pada Selasa (19/2) pekan depan.

Berkas dengan nomor perkara 28/Pid.B/2013/PN SKH itu langsung direspons oleh pihak PN dengan membentuk majelis hakim dan penetapan tanggal sidang. “Kejaksaan sudah melimpahkan berkas kepada kami, Jumat (8/2). Kita agendakan sidang pertama pada Selasa (19/2) mendatang,” kata Ketua PN Sukoharjo, Dwitomo, Senin (11/2).

Untuk pelaksanaan sidang, PN menunjuk Agus Darmanto sebagai hakim ketua. Sementara itu, untuk dua hakim anggota masing-masing Evi Fitriastuti dan Diah Tri Lestari. Dwi menegaskan jika pelaksanaan sidang dibedakan dengan kasus pidana lainnya. Alasannya, kasus itu masuk dalam kategori kesusilaan. Sehingga, kode etik persidangan adalah tertutup. “Sidang akan berjalan secara tertutup untuk umum. Kalau pun nanti ada yang menanyakan, silakan setelah persidangan usai,” kata dia.
Disinggung mengenai kondisi fisik korban yang juga penyandang disabilitas dari sisi pendengaran dan bicara, dirinya memastikan jika persidangan akan tetap berjalan. Pihak PN berjanji akan berpaku ada aturan dan bukti yang ada di persidangan. Dikatakan dia, hasil visum korban menjadi salah satu bukti dalam menjerat terdakwa. “Selama ada barang bukti, maka kami akan memberikan hukuman. Sebaliknya, jika tidak ada barang bukti, jangan paksa kami untuk menghukum orang,” kata dia sembari tersenyum.

Untuk keamanan, Dwi menegaskan jika itu kewenangan dari Kejari. Jika memang membutuhkan pengamanan lebih, maka Kejari bisa menghubungi Polres Sukoharjo.

Guna memperlancar sidang, pihaknya menegaskan akan ada penerjemah. Bisa dari guru korban atau yang lainnya. “Sebelum menjadi penerjemah, dia akan kami sumpah. Jangan sampai saat korban bilang A tapi penerjemah bilang B,” ujar dia.

Dalam kasus tersebut, Agus menambahkan, terdakwa dijerat dengan dakwaan primer pasal 285 KUHP subsider 289 KUHP Jo 294 ayat (2) ke 2
tentang Kejahatan Terhadap Kesusilaan.

Di tempat yang sama, hakim ketua sidang kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan, Agus Darmanto mengatakan, pihaknya akan memimpin sidang sesuai dengan aturan yang sama. “Saya ditunjuk oleh PN untuk memimpin persidangan. Saya ditemani dua hakim anggota yakni Evi Fitriastuti dan Diah Tri Lestari,” kata Agus. Murniati