JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Pemakaman Diana Oktaviana, Mayat Yang Dibuang di Baki

Pemakaman Diana Oktaviana, Mayat Yang Dibuang di Baki

1269
BAGIKAN

Ibu Masih Shock, Kakak dan Mantan Suami Turut Mengantar

Diana Oktaviana (17), ibu muda yang mayatnya dibuang di parit Dukuh Jetis RT 1 RW VII, Menuran, Baki, Sukoharjo akhirnya dimakamkan Selasa (12/2) kemarin. Suasana haru pun tak terelakkan.

DIMAKAMKAN- Diiringi keluarga dan rekannya, Diana Oktaviana (17) yang diduga sebagai korban pembunuhan, dimakamkan di TPU Daksinoloyo, Danyung, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo, Selasa (12/2) siang. Joglosemar | Murniati

Suasana sendu begitu kentara di TPU Daksinoloyo di Dukuh Danyung, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo, Selasa (12/2) siang. Hal itu terpancar dari raut muka puluhan orang pengantar jenazah Diana Oktaviana (17), warga Petoran RT 1/ RW IX Jebres, Solo itu. Meski tanpa lelehan air mata, bola mata mereka memerah menandakan habis menangis.

Di depan nisan bertuliskan nama Diana Oktaviana, terlihat seorang lelaki berperawakan tinggi besar. Kedua tangannya mendekap foto seorang perempuan berbusana pengantin berwarna kuning lengkap dengan untaian bunga melati dan paesan Jawa Solo. Wajahnya hanya menunduk dan meraba foto berukuran 10 R itu. Dialah Hendro, kakak dari Diana yang Senin (11/2) pagi ditemukan sudah tidak bernyawa di parit Dukuh Jetis, Menuran, Baki.

Wajah Hendro menyiratkan kepedihan tak terkira. “Bapak kemarin sore telepon kalau Diana sudah meninggal. Saya benar-benar kaget namun saya berusaha untuk menahan emosi,” kata Hendro sambil terus memegangi foto adiknya.

Bahkan begitu kagetnya, sang ibu tidak bisa hadir dalam pemakaman. Diana hanya diantar oleh adik, kakak, ayah, mantan suami, dan rekan-rekannya kerja. “Ibu masih shock dan tidak kami izinkan datang ke sini. Cukup saya, adik, bapak, dan teman-temannya. Tapi mantan suaminya, Firman juga ikut ke sini,” katanya lagi.

Meski sudah ikhlas melepas kepergian adiknya, Hendro berharap kasus meninggalnya ibu satu orang anak itu bisa secepatnya terungkap. “Pembunuhnya harus ditangkap dan dihukum,” tutur Hendro yang sudah dua tahun tidak bertemu ibu satu anak itu.

Sementara itu kemarin Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari mengatakan sudah memeriksa 18 saksi. Namun, pemeriksaan saksi-saksi itu belum membuahkan hasil. “Ada 18 saksi yang kita panggil dan dimintai keterangan. Mereka terdiri dari warga yang menemukan korban, mantan suami, mantan pacar, dan teman-teman kerjanya,” kata Ade di Mapolres Sukoharjo.

Kendati belum mendapatkan titik temu, Polisi menduga Diana meninggal karena dibunuh. Hal ini dikuatkan dengan hasil visum dan autopsi yang menunjukkan terjadi penyumbatan di kerongkongan. “Kami belum bisa memastikan apakah dicekik atau tidak. Tapi kemungkinan korban kehabisan nafas karena dibenamkan di air,” ujarnya.

Dia juga meluruskan pemberitaan di sejumlah media yang menyebutkan Diana tengah hamil lima bulan. Hasil visum membuktikan jika Diana menderita kista. “Korban tidak hamil. Tapi dalam autopsi itu menyebutkan ada kista,” kata dia.

Melihat kondisi tempat kejadian perkara (TKP), Ade memperkirakan korban tidak meninggal di sana. Pertimbangannya, air di parit itu tidak terlalu banyak. “Bisa jadi, korban hanya dibuang di sana tapi dibunuhnya di tempat lain,” katanya.

Mengenai motif pembunuhan, pihaknya belum bisa memastikan. Namun jika dilihat dari sejumlah barang bukti, motifnya dendam atau cemburu. “Ya karena motor korban tidak diambil dan ditemukan tidak jauh dari tempat pembuangan mayat. Kalau soal HP, kami perkirakan diambil untuk menghilangkan barang bukti. Yang jelas, pelaku adalah orang dekat dari korban,” katanya lagi.

Seperti yang diberitakan Joglosemar, Selasa (12/2), warga Baki dikejutkan dengan ditemukannya sesosok mayat wanita setengah telanjang di parit. Mayat yang memiliki sejumlah tato di tubuhnya itu ditemukan oleh warga dengan posisi tengkurap. Murniati