Pembahasan Aturan Pemilihan Wawali Alot

Pembahasan Aturan Pemilihan Wawali Alot

147
YF Sukasno
Ketua DPRD Solo

LAWEYAN- Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Walikota (Wawali) Solo dalam membahas tata tertib pemilihan Wawali, masih berjalan alot. Karena, Pansus belum sepakat soal mekanisme pemilihan Wawali.

Ketua DPRD Solo, YF Sukasno, mengatakan,  tata tertib khusus (Tatibsus) pemilihan Wawali yang dibahas DPRD, sudah rampung 89 persen. Dari banyaknya usulan dalam Tatibsus, yang masih diperdebatkan adalam soal mekanisme pemilihan.

Di mana, sesuai Undang-Undang (UU), jika proses pemilihan Wawali, sampai berjalan dua kali, dan hasilnya masih berimbang, maka dikembalikan ke walikota untuk menentukannya. ”Kalau itu sampai terjadi, otomatis walikota harus mengusulkan nama calon walikota ke DPRD untuk dipilih kembali,” ujar Sukasno, Minggu (17/2).

Baca Juga :  Walikota Jadi Wasit, Kepala Damkar Jago Lari. Begini Meriahnya Perlombaan Sambut HUT ke-72 RI di Balaikota

Kata Sukasno, sangat riskan jika sampai itu terjadi. Karena akan muncul opini publik, jika DPRD sengaja mengolor-olor waktu dalam pemilihan Wawali. Padahal, kata Sukasno, tujuan Dewan, tidak seperti itu.

Untuk itu, saat ini, Pansus masih mencari solusi dan belum ada titik temu, jika sampai kasus yang dicemaskan itu benar-benar terjadi. Selain itu, kasus lain yang dicemaskan adalah, mundurnya calon Wawali, sebelum proses pemilihan berlangsung. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk itu, Pansus mencari referensi dengan studi banding ke Gunung Kidul, Yogyakarta dan Lampung Timur.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap di Mojosongo Ditarget Rampung Desember

”Gunung Kidul kita pilih, karena di sana sudah pernah melakukan pemilihan wakil walikota. Sedangkan di Lampung sudah mempunyai Tatib pemilihan, tetapi proses pemilihannya belum berlangsung,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Solo, Teguh Prakoso, mengatakan, sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPRD Solo, pihaknya sudah melobi semua fraksi untuk menyukseskan pemilihan Wawali.

”Sebagai pengusung calon wakil walikota, kami masih berharap bisa musyawarah mufakat. Tetapi itu masih jadi pertimbangan teman-teman di sana. Namun, musyawarah mufakat pasti mungkin dan kami juga sudah mengantisipasi terburuk jika terjadi voting,” ucapnya.

Muhammad Ismail 

BAGIKAN