JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Pembatasan Uang Muka Tak Pengaruhi Penjualan Rumah Tipe 70 ke Atas

Pembatasan Uang Muka Tak Pengaruhi Penjualan Rumah Tipe 70 ke Atas

673
BAGIKAN
PENJUALAN RUMAH–Suasana komplek perumahan di kawasan Paulan, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (13/2). Meskipun terdapat pembatasan Uang Muka (UM) terhadap penjualan rumah tipe 70 ke atas, namun menurut data yang masuk ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah di atas tipe 70 di eks Karisidenan Surakarta mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Joglosemar/ Kurniawan arie Wibowo

Apa yang dikhawatirkan pengembang maupun pelaku perbankan akan dampak terhadap pembatasan Uang Muka (UM) pada penjualan rumah tipe 70 ke atas, ternyata tak terbukti. Pasalnya berdasarkan data yang masuk ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah di atas tipe 70 di eks Karesidenan Surakarta mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Doni P Joewono. Ia mengatakan, Surat Edaran Ekstern Nomor 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang penerapan manajemen risiko pada bank yang melakukan pemberian KPR dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), tidak membuat pembeli rumah di atas tipe 70 melalui fasilitas KPR perbankan merosot.

Dalam aturan tersebut, BI menjelaskan, bahwa loan to value (LTV) paling tinggi 70 persen untuk KPR dengan kriteria tipe bangunan di atas tipe 70. Artinya, calon pembeli rumah di atas tipe 70 harus menyiapkan UM minimal sebesar 30 persen, mengingat bank hanya boleh memberikan pembiayaan maksimal 70 persen dari harga rumah. Setelah melihat data perbankan di eks Karesidenan Surakarta, penyaluran KPR pada posisi Desember 2012 untuk rumah di atas tipe 70 mencapai Rp 1,12 triliun.

“Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan penyaluran KPR untuk rumah di atas tipe 70 pada periode yang sama di tahun 2011 yang hanya Rp 693,2 miliar,” terang Doni.

Lanjut Doni, dengan melihat data penyaluran KPR untuk rumah di atas tipe 70 di perbankan di eks Karesidenan Surakarta, aturan baru dari BI terkait pembatasan UM tidak berpengaruh terhadap penjualan rumah. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembeli rumah di atas tipe 70 memiliki kemampuan untuk memberikan UM minimal sebesar 30 persen dari harga rumah.

Sementara itu, Ketua Umum REI Kota Solo, Yulianto W Kusumo menambahkan, memang pembeli rumah di atas tipe 70 itu dari sisi ekonomi sudah mapan. Sehingga kalau melihat segmen pasarnya memang untuk kalangan menengah ke atas.

Dan kebanyakan masyarakat yang membeli rumah di atas tipe 70 ini adalah untuk rumah kedua. “Jadi mereka (pembeli-red) sudah memiliki rumah pertama. Kemudian setelah memiliki tabungan yang cukup, baru memikirkan dan membeli rumah kedua dengan ukuran yang lebih besar dari rumah pertama. Sehingga dari sisi dana tidak perlu dikhawatirkan lagi,” ujar Yulianto. Dwi Hastuti