Pembebasan Lahan Tol Boyolali Baru 74,38 Persen

Pembebasan Lahan Tol Boyolali Baru 74,38 Persen

474
SIDAK TOL-Proyek tol di Desa Sawahan Kecamatan Ngemplak saat Sidak Komisi III DPRD Boyolali beberapa waktu lalu. Joglosemar|Ario Bhawono
SIDAK TOL-Proyek tol di Desa Sawahan Kecamatan Ngemplak saat Sidak Komisi III DPRD Boyolali beberapa waktu lalu. Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Solo-Mantingan di wilayah Boyolali baru mencapai 74,38 persen. Dari 1.776 bidang lahan yang harus dibebaskan, saat ini sudah terealisasi 1.321 lahan.

Kabag Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah (PUOD) Setda Boyolali, Jaka Diyana mengungkapkan, dari kebutuhan lahan untuk proyek tol tersebut, saat ini tersisa 455 bidang tanah yang belum selesai dibebaskan. “Secara keseluruhan sudah sekitar 74,38 persen yang sudah dibebaskan, sisanya masih dalam proses negosiasi harga tanah antara pemilik lahan dengan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) serta Panitia Pembuat Komitmen (PPK) proyek tol,” ungkap Jaka Diyana, akhir pekan kemarin.

Dijelaskannya, proyek jalan tol Solo-Mantingan di Boyolali yakni sepanjang 14,35 kilometer. Untuk itu dibutuhkan luasan tanah sekitar 1.020.846 meter persegi yang terbagi dalam 1776 bidang tanah. Meski belum rampung 100 persen, namun Jaka menyatakan proses pembebasan tanah akan selesai tahun 2013 ini.  Menurutnya pembebasan lahan ini mendapatkan beberapa kendala. Di antaranya karena belum adanya kesepakatan harga antara pemilik tanah dengan P2T maupun PPK proyek. Oleh pemilik, harga tanah yang diajukan terlampau tinggi melebihi harga yang ditetapkan tim apraisal atau tim penaksir dan penilai harga tanah.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Sulap Sawah Kering di Seberang Kampus Unisri Jadi Lautan Merah Putih

Kendala lainnya  adalah karena jalan tol yang hendak dibangun ternyata menerjang sejumlah tanah wakaf untuk masjid. Sehingga pengurusan pembebasan tanahnya harus tembusan ke Kementerian Agama di Jakarta. “Dan itu butuh waktu cukup lama, tapi kami optimis tahun ini pembebasan tol Solo-Mantingan akan kelar,” terang dia.

Baca Juga :  Begini Jadinya Jika Walikota dan Rio Haryanto Ikut Kelas Inspirasi Solo Mengajar

Sementara itu, terkait pembangunan tol Solo-Semarang yang melintasi wilayah Boyolali, menurut Jaka sampai saat ini masih dalam tahap pengukuran. Sehingga menurut dia, belum ada pembebasan tanah untuk proyek tol tersebut. Dijelaskannya, setelah proses pengukuran tanah selesai, akan dilanjutkan dengan pembuatan peta bidang. Dari peta bidang inilah kemudian akan dilakukan pendataan tanaman maupun bangunan yang bakal terkena proyek ini.

“Setelah ada pendataan dan kemudian diumumkan seminggu sesudahnya, akan dilakukan sosialisasi terkait harga tanah jika tidak ada komplain dari masyarakat,” jelas dia. Ario Bhawono

BAGIKAN