Pembunuhan di Baki Masih Misterius

Pembunuhan di Baki Masih Misterius

1311
Mayat wanita bertato (ist)
Mayat wanita bertato (ist)

SUKOHARJO- Hingga saat ini Polisi belum menetapkan tersangka dari kasus pembunuhan di Jetis, Menuran, Baki, beberapa waktu lalu. Pihak Polres Sukoharjo mengaku sedikit kesulitan lantaran saksi-saksi yang diduga pelaku pembunuhan memberikan alibi kuat.

Sekadar mengingatkan, Selasa (12/2) lalu warga Menuran dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan setengah telanjang. Setelah diperiksa dan diidentifikasi, mayat tersebut diketahui bernama Diana Oktaviana (17) warga Petoran RT 11/ RW IX Jebres, Solo.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari menjelaskan sudah meminta keterangan saksi-saksi dari kasus pembunuhan tersebut. “Kasus pembunuhan di Baki masih kita dalami. Ya kemungkinan, dalam waktu singkat kami sudah bisa mengungkap kasus itu. Yang jelas, korban meninggal karena saluran pernapasannya tersumbat,” kata dia, Senin (25/2).

Baca Juga :  Museum Keris Terlengkap se-Indonesia, Magnet Baru Wisata Kota Solo

Lantaran belum ada kejelasan, pihaknya belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan itu. Namun, jika melihat temuan di lapangan di mana barang-barang korban tidak diambil, maka kuat kemungkinan korban dibunuh karena masalah cemburu atau sakit hati. “Kita tunggu saja hasil pemeriksaan penyidikan kasus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Andis Arfan Tofani menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dari sejumlah saksi, di antaranya mantan suami korban. Namun, hingga saat ini pihaknya belum bisa menentukan siapa pelaku dari pembunuhan itu. “Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Saksi-saksi memiliki alibi kuat sehingga kami sulit untuk menjeratnya. Namun, kami akan tetap melakukan penyidikan kasus itu,” katanya.

Baca Juga :  Budidaya Ikan Nila Jadi Terobosan Baru di Desa Trangsan

Hal yang sama juga terjadi dalam pengungkapan kasus pembunuhan disertai pembakaran di Pucangan, Kartasura, beberapa waktu lalu. Kasus itu bahkan lebih sulit diungkap. Pertimbangannya, tidak ada saksi mata dan bukti-bukti. Bahkan, sidik jadi korban juga rusak karena dibakar sehingga menyulitkan identifikasi dan identitas korban. Murniati

BAGIKAN