JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pemeriksaan Dipta Anindita : Diduga Mengetahui Aset Irjen Djoko di Solo

Pemeriksaan Dipta Anindita : Diduga Mengetahui Aset Irjen Djoko di Solo

787
BAGIKAN

Nama Dipta Anindita masih terus menjadi perhatian. Mantan Putri Solo 2008 ini, kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan guliran dana dari tersangka korupsi pengadaan simulator Surat Izin Mengemudi (SIM), Irjen Djoko Susilo kepadanya.

Dipta Anindita

Selasa (5/2) kemarin KPK kembali memeriksa Dipta Anindita, perempuan cantik yang diduga istri Irjen Djoko Susilo. Sayangnya, mantan putri Solo ini menolak berkomentar lebih jauh.

Dipta keluar Gedung KPK, pukul 20.23 WIB. Mengenakan kemeja warna biru, perempuan yang mengenakan jilbab warna krem ini, berjalan melenggang sendirian.

Dia sempat mempercepat langkah kakinya ketika mengetahui dikejar wartawan di belakangnya. Sampai di depan pintu gerbang KPK sebelah samping, Dipta sudah ditunggu taksi.

Sempat berpapasan dengan wartawan di depan pintu masuk taksi, Dipta langsung masuk. Begitu dia duduk di kursi, Dipta membuang wajahnya menghindari kamera wartawan.”Tanya penyidik,” katanya singkat.

Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, Dipta diperiksa untuk kasus pencucian uang dan korupsi yang diduga dilakukan Irjen Djoko. Namun Johan tidak merinci lebih jauh tentang hasil pemeriksaan.

Saat dihubungi Joglosemar, Johan sebelumnya menyatakan KPK akan terus melakukan pemeriksaan intensif kepada Dipta untuk menelusuri dugaan aliran uang hasil korupsi Irjen Djoko Susilo. Apalagi, ada indikasi uang hasil korupsi itu diduga dibelanjakan sejumlah aset di Kota Solo dan diketahui oleh Dipta.

Disinggung aset yang dimiliki Djoko Susilo di Solo, Johan menambahkan saat ini masih dalam proses pelacakan. Ketika disinggung di mana letak persis aset-asetnya di Kota Solo dia menegaskan belum mengetahui detail tentang hal tersebut. “Dari pemeriksaan Dipta diharapkan bisa mengungkap ini,” kata Johan kepada Joglosemar.

Sementara itu, sosok Dipta masih menjadi perhatian masyarakat di Kota Solo. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Solo, Widdi Srihanto pun perlu menjelaskan tentang keberadaan Dipta saat menjadi Putri Solo 2008 berpasangan dengan Agus Prakosa tersebut.

“Setelah dua bulan usai menang, dia kemudian mengundurkan diri jadi Putri Solo. Ia menyatakan ketidaksanggupannya dan kemudian mengembalikan selempang Putri Solo I 2008 beserta mahkota juara dengan alasan akan mengikuti ayahnya ke Yaman karena urusan pekerjaan,” kata Widdi kepada wartawan, Selasa (5/2).

Widdi menambahkan, setelah mundur, Dipta sulit dihubungi baik oleh pihak Disbudpar maupun teman-teman paguyuban Putra Putri Solo (PPS). “Didatengi ke rumahnya tidak ada, dihubungi juga tidak bisa,” imbuh Widdi.

Setelah pengunduran dirinya dari PPS, posisi Dipta digantikan oleh juara II Putri Solo 2008 yaitu Arifathul Uliana.

Penjelasan lain disampaikan Arif Maulana, runner up Putra Solo 2008. Menurutnya, seminggu semenjak dilantik sebagai putri solo, Dipta  telah terlihat indikasi mangkir dari tugas dan tanggung jawabnya.

Beberapa tugas yang seharusnya dia emban sebagai putri solo tidak ditunaikannya. Rekan-rekan sesama finalis dan seluruh paguyuban putra-putri solo telah mencoba membuka keran komunikasi dengannya, namun gayung tak bersambut. Keberadaan Dipta semakin misterius.

Dipta muncul saat acara makan malam bersama sekaligus bincang seluruh anggota PPS Solo digelar sebulan setelah itu. Dan saat itu Dipta menyatakan tidak mau maju ke tingkat Jawa Tengah sehingga dilimpahkan ke runner up.

“Dalam PPS, secara formal tidak dikenal adanya pencabutan gelar. Yang ada adalah pelimpahan tugas dikarenakan yang bertugas tidak dapat melaksanakan tugas sesuai dengan yang seharusnya. Jadi setahu saya, Dipta tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri, juga tidak pernah dicopot gelarnya. Hasil pertemuan waktu itu adalah melimpahkan tugas dan kewajiban Dipta kepada runner up,” kata Arif.   Fariz F | Bernadheta D | Adilla P (Detik)