JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Pemerkosaan Akibat Lemahnya Kontrol Sekolah

Pemerkosaan Akibat Lemahnya Kontrol Sekolah

379
Sidak Komisi IV ke SLB


SUKOHARJO- Komisi IV DPRD Sukoharjo menilai terjadinya kasus dugaan pencabulan disertai perkosaan yang dilakukan guru ke siswa salah satu SLB, diduga lantaran lemahnya kontrol pihak sekolah, terutama kepala sekolah (Kepsek) sering bolos. Selain itu, keterlambatan pelaporan ke Dinas Pendidikan (Disdik) menjadi kesalahan paling fatal.

Penilaian ini disampaikan Komisi IV saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SLB yang bersangkutan, Sabtu (2/2). Hal ini dikuatkan dengan tidak adanya Kepala SLB di kantornya. Parahnya, kepergian pimpinan sekolah itu tidak disertai pemberitahuan ke pihak sekolah.

“Kami mendapatkan laporan jika kepala SLB sering tidak masuk. Nah, saat ini kami membuktikannya sendiri. Kok ya tidak izin atau memberi tahu guru atau staf di sini. Padahal, kami ke sini untuk melakukan penelusuran mengenai kasus asusila yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Samrodin anggota Komisi IV, M Samrodin yang menyampaikan kekecewaan kepada perwakilan sekolah di kantor.

Pihaknya pun mempertanyakan kenapa kasus tersebut bisa terjadi. Hal ini terkait dengan evaluasi dan juga kontrol Komisi IV yang membidangi pendidikan. “Ada apa di sini? Kenapa bisa terjadi? Bagaimana pengawasan kepal sekolah terhadap guru-guru di SLB ini?” ujar dia.

Jika pengawasan kepala sekolah intens, lanjut dia, permasalahan tersebut kecil kemungkinan bisa terjadi. Pihaknya akan memberikan catatan khusus kepada SLB yang bersangkutan. Pasalnya, meski kasus dugaan pencabulan disertai perkosaan ini terjadi pada Oktober 2012, pihak sekolah baru melaporkannya kepada Disdik pada Januari 2013. “Ini sangat terlambat. Kenapa tidak segera melapor kepada Disdik? Bahkan, ketika ditanya alasannya terlambat, jawabannya lupa. Ini kesalahan sangat fatal dan kami akan beri catatan khusus pada SLB ini,” kata politisi PKS itu.

Anggota Komisi IV lainnya, Flaviana Sri Tasminah menambahkan, pihak sekolah tidak bisa lepas tangan begitu saja soal ini. Meski sudah masuk ranah hukum, SLB juga harus bertanggung jawab dan melakukan pembenahan. “Komisi IV akan melaporkan temuan di lapangan ke pimpinan, termasuk kepala sekolah yang kami lihat sendiri tidak masuk sekolah dan kalaupun datang saat kami sidak ternyata juga terlambat dan beralasan mengisi kegiatan di luar yang tidak berhubungan dengan pendidikan di SLB,”  kata Flaviana.

Sementara itu, sekitar satu jam kemudian, Kepala SLB yang bersangkutan, Joko Yulianto baru datang ke kantor. “Maaf tadi ada undangan untuk mengisi acara di Rumah Tahanan (Rutan) Solo. Terkait dengan masalah yang kemarin (dugaan pencabulan dan perkosaan), guru yang bersangkutan sudah tidak diminta mengajar di sini lagi,” kata Joko.

Di sisi lain, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo saat ini tengah menyusun rencana dakwaan untuk tersangka berinisial Ob. “Kami punya waktu 20 hari sejak tersangka dilimpahkan. Tapi maksimal 15 hari kami upayakan sudah bisa dilimpahkan ke PN,” kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sukoharjo, Rahmat Hidayat.

Murniati

 

 

BAGIKAN