JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Penculikan Anak Oleh Ayah Kandung Berakhir Damai

Penculikan Anak Oleh Ayah Kandung Berakhir Damai

597
BAGIKAN

Demi Masa Depan Leksa, Orangtua Sepakat Rujuk

 Kasus penculikan terhadap gadis berusia 3 tahun dua bulan, Nilo Leksa Wijaya Mahadewi berakhir damai. Demi anak, kedua orangtuanya pun sepakat bersatu kembali.

BAYI DICULIK- Keluarga korban sedang menunjukkan foto Nilo Leksa Wijaya Mahadewi yang diculik empat orang misterius, Foto Sabtu (15/2).
BAYI DICULIK- Keluarga korban sedang menunjukkan foto Nilo Leksa Wijaya Mahadewi yang diculik empat orang misterius, Foto Sabtu (15/2).

Gadis kecil berbaju merah muda itu begitu nyaman berada di gendongan Sang Bunda, Dewi Ambar Sayekti di lobi Mapolres Sukoharjo, Selasa (19/2). Kedua tangannya memegang susu cair dalam kemasan kotak. Baru beberapa langkah dan membuka pintu kaca di ruang Delapan Penjuru Arah (Panjura), bocah berusia tiga tahun dua bulan itu tiba-tiba menangis histeris.

Sang Bunda pun mencoba menenangkannya, namun gagal. Akhirnya, Dewi berbalik arah meninggalkan ruangan yang rencananya akan mempertemukannya dengan Sang Suami, I Made Oka Wijaya. Ya, Polres Sukoharjo pagi itu akan menggelar jumpa pers untuk mengklarifikasikan kasus “penculikan” terhadap Nilo Leksa Wijaya Mahadewi yang dilakukan oleh ayah kandungnya yang terjadi Sabtu (16/2) lalu.

Melihat buah hatinya menangis, lelaki asal Bali itu pun secara refleks mendekati Leksa. Namun apa boleh buat, gadis mungil berambut lurus itu justru menangis lebih keras. Agar tidak semakin menjadi-jadi, Made akhirnya mengurungkan niatnya untuk memeluk bocah itu dan memutuskan kembali ke Panjura.

Sekadar mengingatkan, leksa diculik empat orang saat tidur di rumah neneknya Elisabeth Sumarsiyati di Dukuh Bareng RT 3/ RW III Jati, Gatak. Belakangan diketahui, salah satu penculik ialah ayah kandungnya sendiri, I Made, Ia  bersama tiga orang kerabatnya mengendarai dua sepeda motor dan dua kerabat lainnya menjemput di lain tempat dan berganti menggunakan mobil Innova menuju Bali.

Sesampai di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, usaha mereka menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk harus terhenti. Ternyata, Polres Sukoharjo sudah berkoordinasi dengan Polres Banyuwangi untuk menahan rombongan. I Made beserta lima kerabatnya, yakni IMW (40), IWP (30), DNS (42), IKN (43), dan IBN (38) pun digelandang ke Mapolres Sukoharjo, Senin (18/2).

Saat ditangkap, Made mengaku sebagai ayah Leksa. Namun, Polisi belum bisa mempercayai lantaran tidak disertai bukti sah, dalam hal ini surat nikah. Ketika diperiksa di Mapolres, ibu kandung Leksa, Dewi Ambar menunjukkan akte nikahnya.

Dalam penjelasannya, Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari menyatakan menghentikan kasus ini karena Polisi tidak menemukan bukti kuat pelanggaran pasal 328 KUHP Kejahatan terhadap Kemerdekaan Orang. “Pelaku adalah ayahnya sendiri, jadi masih memiliki hak untuk mengasuhnya. Apalagi, sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, masalah ini akan diselesaikan dengan jalan kekeluargaan,” kata Ade kepada wartawan dengan senyum kelegaan.

Apalagi Sang Nenek, Elisabeth Sumarsiyati telah mencabut laporannya. Laporan dicabut karena I Made masih memiliki hak mengasuh anaknya, karena masih berstatus suami dari Dewi Ambar Sayekti. Selanjutnya, Kapolres berharap, masalah anak bisa diselesaikan secara damai nan jangan sampai mengorbankan masa depan Leksa. “Sesuai kesepakatan, anak itu akan diserahkan kembali ke neneknya di Dukuh Bareng RT 3/ III, Jati, Gatak,” ujarnya.

Raut muka sumringah juga terpancar di wajah Made. Ia langsung mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Sukoharjo dan Banyuwangi karena telah membantunya menyelesaikan masalah ini. Bahkan, hal yang mengejutkan pun keluar dari penuturannya, bahwa ia tak jadi bercerai dengan istrinya. “Demi anak, kami berusaha untuk rujuk. Ini akan kami bicarakan lebih lanjut,” kata dia lagi.

Sayang, Dewi tidak berkenan dimintai konfirmasi. Ia lebih memilih menunggu di ruang Satreskrim dan meninggalkan Leksa bersama kerabatnya bermain di lobi Mapolsek. (*) Murniati