Penentuan Nasib Purnomo, Rudy Pasrah

Penentuan Nasib Purnomo, Rudy Pasrah

281

Besok Solo Punya Wawali

Pooling Wawali
Pooling Wawali

SOLO-DPRD Solo akhirnya menetapkan, pemilihan Wakil Walikota (Wawali) Solo, Rabu (27/2) besok. Proses itulah yang menentukan, apakah calon Wawali rekomendasi DPP PDIP, Achmad Purnomo bisa mulus seperti yang diharapkan.

Sementara itu, Walikota Solo, Hadi Rudyatmo (Rudy), pasrah pada DPRD untuk memilih satu dari dua calon yang dia ajukan. Selain Purnomo, calon Wawali tambahan yang diusung DPC PDIP Solo adalah Teguh Prakosa.

”Hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Solo, Senin (25/2), telah disepakati, proses pemilihan Wawali periode 2010-2015 itu, diselenggarakan, Rabu 27 Februari Pukul 09.00 WIB,” ucap Ketua DPRD Solo, YF Sukasno, Senin (25/2).

Praktis dalam tempo satu hari, Panitia Teknis Pemilihan Wawali harus mempersiapkan sarana dan prasarana untuk proses pemilihan itu. Kendati diprediksi Wawali Solo terpilih secara aklamasi, panitia tetap menyiapkan sejumlah sarana. Seperti, surat suara dan kotak suara. ”Apapun itu harus dipersiapkan, walaupun mungkin nanti aklamasi. Anggota teknis ini sudah ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Pimpinan DPRD,” ujarnya.

Semalam, Panitia Teknis Pemilihan Wawali menggelar rapat untuk pembagian kerja. ”Malam ini(semalam) rapat. Besoknya persiapan teknisnya,” ucapnya. Tim saksi pelaksanaan pemilihan juga sudah disiapkan.

Baca Juga :  Sudirman Said Mulai Dekati Masyarakat Solo, Ada Apa Ya ?

Masing-masing fraksi, katanya, mengirimkan satu nama untuk menjadi saksi dalam proses pemilihan nanti. ”Di sini ada enam fraksi. Jadi ada enam saksi. Yang jelas saksi ini untuk memastikan jalannya pemilihan Wawali sesuai aturan,” katanya.

Bahkan Panitia Teknis juga membahas berkas administarsi calon  Wawali. Apalagi, dalam paripurna sebelumnya, ada Fraksi Partai Demokrat menuntut pembeberan berkas calon Wawali, untuk diketahui kredibilitasnya. ”Seperti daftar riwayat hidup.Itu akan dibicarakan dalam panitia teknis.”

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang juga Walikota Solo, mengaku tak bisa memaksa DPRD untuk memilih Achmad Purnomo, calon yang diinginkan DPP PDIP.  Rudy pun pasrah dengan semua anggota DPRD.

”Semua jajaran PDIP masih satu suara dalam mengamankan rekomendasi. Namun, semua anggota DPRD punya hak suara juga,” ujar Rudy, kemarin. Menurutnya, kursi PDIP di DPRD Solo ada 15 kursi.

Jika nantinya opsi musyawarah mufakat gagal, maka voting yang menentukan nasib Purnomo jadi Wawali atau tidak. Dalam voting, PDIP butuh tambahan enam suara dari total anggota Dewan sebanyak 40 kursi untuk mengamankan Purnomo.

”Pemilihan Wawali sudah dalam tahap pengesahan Tatib dan apapun yang terjadi dalam pemilihan diserahkan sepenuhnya ke DPRD. Mereka yang memilih dan membuat Tatib,” ucapnya.

Baca Juga :  1.235 Desa di Jateng Terancam Kekeringan

Ditanya partai yang sudah merapat ke PDIP, Rudy enggan merincinya. Demikian juga saat ditanya soal potensi adanya fraksi yang menjegal Purnomo. ”Pokoknya tunggu saja nanti di paripurna, tidak perlu dijelaskan detail,” ujarnya.

Rudy berujar, dalam komunikasi politik, momen pemilihan Wawali tidak ada partai yang ditinggal. Bahkan adanya hasil survei DPD PKS Solo yang menegaskan bahwa Achmad Purnomo tidak disukai publik sebagai Wawali Solo, ditangapi dingin oleh Rudy. ”Soal survei Wawali itu sah-sah saja dilakukan semua kalangan dan semua elemen partai,” paparnya.

Menurutnya,  penentuan calon Wawali adalah hak PDIP. Karena partai tersebut yang menjadi pengusung Jokowi-Rudy, pasangan yang menang dalam Pilkada Solo. Dia mengklaim penjaringan calon Wawali sudah melewati beberapa tahap, hingga akhirnya mengerucut kepada enam calon, termasuk Purnomo. Di akhir penjaringan, DPP PDIP memilih Purnomo untuk jadi Wawali.

”Kita berharap sidang paripurna bisa digelar Selasa (26/2). Pasalnya, Rabu (27/2), saya harus ke Jakarta menerima penghargaan inovasi manajemen perkotaan. Tidak baik juga kalau kursi Wawali terlalu lama kosong.” Ari Welianto | Muhammad Ismail

BAGIKAN