JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Penerima Raskin Berbubuk Meluas

Penerima Raskin Berbubuk Meluas

204
BAGIKAN

Bupati Layangkan Protes

Setelah ditemukan di Kecamatan Wuryantoro dan Giriwoyo, Raskin serupa juga diterima warga di dua kelurahan di Giritontro.

BERBUBUK-Kepala Desa Tawangharjo, Giriwoyo, Sriyanto menunjukkan beras untuk warga miskin (Raskin) yang berbubuk, Kamis (21/2). Joglosemar | Eko Sudarsono
BERBUBUK-Kepala Desa Tawangharjo, Giriwoyo, Sriyanto menunjukkan beras untuk warga miskin (Raskin) yang berbubuk, Kamis (21/2). Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Penerima beras untuk warga miskin (Raskin) tak layak konsumsi lantaran mengandung bubuk, makin bertambah. Setelah ditemukan di Kecamatan Wuryantoro dan Giriwoyo, Raskin serupa juga diterima warga di dua kelurahan di Giritontro, Jumat (22/2).

Lurah Giritontro, Kecamatan Giritontro, Sriwanto mengatakan beras baru datang kemarin dan setelah dicek kondisinya sama dengan beras yang diterima di Kecamatan Wuryantoro dan Giriwoyo.

“Ada 416 penerima beras Raskin. Berasnya sama, banyak bubuk putihnya juga. Tapi sudah didistribusikan. Warga menerima beras itu, enggan meminta ganti karena harus mengembalikan lagi repot. Biar dipakai apa adanya menurut mereka,” kata Sriwanto.

Hal serupa disampaikan Lurah Bayemharjo, Dwi Sarwono. Warga pun menerima apa adanya beras tersebut karena tak mau repot. “Repotnya beras sudah dinanti, jadi kalau harus ditarik lagi mereka enggan. Katanya apa adanya diterima meski sama, banyak serbuk putihnya juga,” terang Dwi.

Menanggapi hal itu, Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto berjanji akan melayangkan surat protes kepada pihak Badan Urusan Logistik (Bulog). “Intinya kami menyayangkan ini terjadi kembali. Kalau dulu banyak menir, sekarang berbubuk,” tegasnya. “Kami juga akan turunkan tim untuk cek ke lapangan langsung. Tim dari Bagian Perekonomian, Bagian Kesra, dan Kantor Ketahanan Pangan,” terang Danar.

Kepala Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) III Surakarta, Edhy Rizwan mengatakan sejauh ini hanya Desa Tawangharjo yang meminta beras pengganti. Setidaknya 21 karung atau sekitar 315 kilogram beras pengganti dikirim selama dua hari, Kamis (21/2) dan Jumat (22/2). “Sebanyak 315 kilogram tadi semua permintaan dari Desa Tawangharjo. Untuk wilayah lainnya tidak ada permintaan jadi tidak dilakukan penggantian,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Raskin berkutu dan berbubuk ditemukan di Desa Genukrejo dan Mojopuro, Kecamatan Wuryantoro, serta di Desa Tawangharjo dan Tukulrejo, Giriwoyo. Warga pun mengeluhkan hal itu dan berharap tak terulang lagi pada penerimaan Raskin tahap berikutnya. Eko Sudarsono