JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis Penyakit Sakit, Menyindir Maraknya Malpraktik

Penyakit Sakit, Menyindir Maraknya Malpraktik

301
BAGIKAN

panggung-teater eks surakarta 2Tuan Sadupaya menghabiskan waktunya di tempat tidur. Maklum ia mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh. Beberapa dokter spesialis sudah memeriksanya, namun mereka itu malah mendiagnosa dengan penyakit berbeda-beda. Walhasil setiap hari ia mengonsumsi puluhan obat agar sembuh.

Lantaran frustrasi, ia menginginkan sang anak menjadi dokter. Namun, sang anak bernama Nugroho menginginkan jadi pelaut. Hubungan ayah dan anak ini pun panas. Di tengah gejolak tersebut, Kadar, anak angkat Sadupaya berhasil merebut hati ayah angkatnya. Kadar bakal diganjar warisan.

Sakir pembantu tuan Sadupaya tampaknya tahu tentang permasalahan apa yang terjadi dalam keluarga ini. Hingga suatu saat Sakir memiliki niat baik merukunkan Sadupaya dan sang anak. Sakir yang berpura-pura menjadi dokter menyuruh Sadupaya untuk pura – pura meninggal dunia.

Nugroho dan Kadar mengetahui bahwa sang ayah meninggal dunia. Kadar tak tampak sedih akan kematian sang ayah. Ia malah memaki sang ayah yang merepotkan dirinya akibat penyakitnya. Lain dengan Nugroho yang terus menangis sambil memeluk sang ayah. Tanpa diduga sang ayah itu pun bangun dan membalas pelukan Nugroho.

Cerita ini merupakan gambaran pementasan Teater Eks yang berjudul Penyakit Sakit di teater Arena TBJT, Jumat (22/2) kemarin. Cerita yang diangkat dari salah seorang penulis naskah cerita asal Perancis, Moliere berjudul Le Medicine Malgre Lui.

Sutradara cerita, Yustinus Popo mengatakan bahwa cerita ini diangkat untuk mengkritik masalah sosial yang kerap ditemui, yakni maraknya

kasus malpraktik yang mengancam jiwa seorang pasien. “Sering kali dokter menggunakan bahasa ilmiah dalam memeriksa pasien. Dokter itu belum tentu mampu mengetahui penyakit apa yang diderita oleh seorang pasien,” ujarnya saat ditemui setelah pertunjukan.

Selain itu dirinya juga mengaku walaupun derajat manusia lebih tinggi dari orang lain. “Sosok Sakir walaupun menjadi seorang pembantu berkat ide yang dimilikinya ia berhasil menyelesaikan permasalahan dalam keluarga Sadupaya,” imbuhnya. Raditya Erwiyanto.