Penyalaan Lentera Pasar Gede Sambut Imlek 2564

Penyalaan Lentera Pasar Gede Sambut Imlek 2564

443
PERSIAPAN PERAYAAN IMLEK – Pengurus klenteng mempersiapkan gelas thiam ting untuk menyalakan lentera sebagai persiapan sembahyang di Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede, Solo, Jumat (8/2). Aktivitas tersebut merupakan persiapan untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2564. Joglosemar/Abdullah Azzam

Tahun Ular Simbol Rakyat Kecil Ditipu Orang Kaya

Sabtu (9/2) hari ini, adalah hari yang dinanti warga Tionghoa, di Solo dan sekitarnya. Malam nanti, mereka akan menyambut Tahun Baru Imlek 2564 yang jatuh Minggu (10/2) besok. Salah satu perayaan menyabut Imlek adalah thiam ting atau penyalaan lentera .

Tradisi itu juga masih bertahan di kawasan Pasar Gede, Solo. Kelenteng Tien Kok Sie, di dekat Pasar Gede, menjadi salah satu lokasi warga beribadah menyambut Tahun Baru Imlek.  “Thiam itu artinya menyalakan dan ting itu lentera atau yang dalam hal ini adalah lampu minyak. Lampu adalah penerangan dan maksud dari thiam ting adalah  lambang agar ada jalan terang di dalam kehidupan di tahun mendatang,” tutur Humas Kelenteng Tien Kok Sie, Aryanto Wong, Jumat(8/2)..

Lian Hong Siang, Pendeta dan Staf Humas Kelenteng Tien Kok Sie, juga menjalankan tradisi itu. Menurutnya, penyalaan lentera selama 15 hari, terhitung sejak malam menjelang pergantian Tahun Baru Imlek hingga perayaan Cap Go Meh yang jatuh pada Minggu (24/2) mendatang.

“Lenteranya terbuat dari minyak kelapa biasa. Di kelenteng disediakan 500 lentera bagi umat yang ingin berdoa. Mereka dapat mengganti biaya minyak selama 15 hari sebesar Rp 200.000/ lenteranya,” ucapnya.

Dalam perayaan Imlek, kata Aryanto, ratusan kembang api sudah disiapkan. Selain itu, juga da pentas  barongsai di sekitar kompleks Pasar Gede. “Kembang api dinyalakan pada Pukul 00.00 WIB pada Minggu. Pesta kembang api dapat dinikmati pengunjung sekitar 15-30 menit,” katanya.

Pihak klenteng juga akan memukul beduk dan juga genta (lonceng) sebagai tanda Tahun Baru Imlek telah datang. ”Perayaannya itu dimulai pada pukul 18.00 WIB, biasanya warga akan berkumpul dengan keluarga besarnya masing-masing. Biasanya mereka akan membicarakan rencana-rencana yang akan dilakukan di tahun mendatang, setelah itu Pukul 21.00 WIB mereka akan ke Klenteng dan menyelakan lentera,” katanya.

Selain pesta, warga juga memperbincangkan tahun Baru Imlek 2564 sebagai tahun ular air. Dalam kepercayaan warga, simbol ular adalah simbol kelicikan. Kata Aryanto, warga percaya pada tahun ular air itu, banyak rakyat kecil yang dibohongi pengusaha dan orang kaya.

”Nantinya rakyat kecil akan ditindas oleh orang-orang besar yang licik. Selain itu karena shionya air, maka pada tahun mendatang akan melimpah sumber airnya,” ujarnya.

Kendati ada kepercayaan seperti itu, dia berharap tahun mendatang akan lebih baik dari tahun ini. Jika memang nanti banyak orang  licik, lanjut dia, hal itu bisa dihindari. Sedangkan melimpahnya air dapat dimanfaatkan dengan baik oleh umat manusia. Ronald Seger Prabowo | Bernadheta Dian Saraswati

BAGIKAN